Beranda / SEMESTA / MAKAM SYEKH MAULANA MAGHRIBI DAN KISAH SYIAR ISLAM DI TANAH JAWA

MAKAM SYEKH MAULANA MAGHRIBI DAN KISAH SYIAR ISLAM DI TANAH JAWA

Berdasar bagan silsilah di makamnya, Syekh Maulana Maghribi beristrikan anak Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban) yang bernama Roro Rosowulan. Ia merupakan saudara dari Sunan Kalijaga. Baik nama Wilatikta dan Kalijaga muncul dalam Babad Tanah Jawi (W.L. Olthof, 2017), namun tidak dengan nama Syekh Maulana Maghribi. Walaupun demikian, ada beberapa nama Arab yang berkelindan antara kedua nama tadi.

“Walaupun cerita rakyat, itu semua ada pengaruhnya di masa sekarang,” ungkap Tri. Nama Dusun Mancingan diperkirakan ada hubungannya dengan gelar adu memancing antar dua tokoh tadi. Alat pancing sang syekh belakangan ditancapkan di belakang makam dan menjadi serumpun bambu yang disebut pring sentana.

Ada peninggalan lain yang diduga berasal dari jejak perjalanan Maulana Maghribi di daerah sekitar makam. Peninggalan itu berupa sebuah sumur. Disebut sebagai sumur kawak oleh warga sekitar. Banyak orang percaya, sumur itu adalah tempat sang syekh berwudu di masa silam.

Kini, makam Syekh Maulana Maghribi menjadi salah satu destinasi wisata religi di area Pantai Parangtritis dan Parangkusumo. Selain itu, lokasi ini juga telah ditetapkan menjadi situs cagar budaya sejak beberapa tahun belakangan.

Sebagai sebuah makam ulama, lokasi ini cukup tenar sebagai tujuan ziarah. Menurut salah satu abdi dalem, kebanyakan peziarah adalah jamaah pengajian di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kadang, ada pula rombongan kecil dari daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Ada makam ulama lain dekat lokasi makam Syekh Maulana Maghribi yakni makam Syekh Bela Belu dan Syekh Damiaking. Ada juga pemandian air panas parang wedang yang berjarak sekitar 500 meter dari makam. Di dekat tempat ini juga terdapat makam Panembahan Selohening.

Keberadaan makam Syekh Maulana Maghribi tidak sekadar menjadi salah satu obyek wisata religi. Menarik jauh ke belakang, mungkin benar kata De Graaf dalam Kerajaan Islam Pertama di Jawa bahwa tempat sekitar muara Sungai Opak adalah tempat penting di masa lalu. Jauh sebelum Pemanahan datang ke Alas Mentaok, pesisir selatan Jawa sudah menggelar babadnya sendiri.

sumber: mojok.co/ 03042022/ r* Syaeful Cahyadi/ e* Purnawan Setyo Adi

*riha/ wi/ nf/ 180425

Views: 72

Halaman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 2
  • 254
  • 206
  • 239
  • 186
  • 1,797
  • 4,828
  • 82,271
  • 82,271
  • 156,992
  • 80
  • 5,005
  • 271