
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Kepecayaan (Trust) harus Dijaga
Berdasar bagan silsilah di makamnya, Syekh Maulana Maghribi beristrikan anak Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban) yang bernama Roro Rosowulan. Ia merupakan saudara dari Sunan Kalijaga. Baik nama Wilatikta dan Kalijaga muncul dalam Babad Tanah Jawi (W.L. Olthof, 2017), namun tidak dengan nama Syekh Maulana Maghribi. Walaupun demikian, ada beberapa nama Arab yang berkelindan antara kedua nama tadi.
“Walaupun cerita rakyat, itu semua ada pengaruhnya di masa sekarang,” ungkap Tri. Nama Dusun Mancingan diperkirakan ada hubungannya dengan gelar adu memancing antar dua tokoh tadi. Alat pancing sang syekh belakangan ditancapkan di belakang makam dan menjadi serumpun bambu yang disebut pring sentana.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Kepecayaan (Trust) harus Dijaga
Ada peninggalan lain yang diduga berasal dari jejak perjalanan Maulana Maghribi di daerah sekitar makam. Peninggalan itu berupa sebuah sumur. Disebut sebagai sumur kawak oleh warga sekitar. Banyak orang percaya, sumur itu adalah tempat sang syekh berwudu di masa silam.
Kini, makam Syekh Maulana Maghribi menjadi salah satu destinasi wisata religi di area Pantai Parangtritis dan Parangkusumo. Selain itu, lokasi ini juga telah ditetapkan menjadi situs cagar budaya sejak beberapa tahun belakangan.
Sebagai sebuah makam ulama, lokasi ini cukup tenar sebagai tujuan ziarah. Menurut salah satu abdi dalem, kebanyakan peziarah adalah jamaah pengajian di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kadang, ada pula rombongan kecil dari daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Ada makam ulama lain dekat lokasi makam Syekh Maulana Maghribi yakni makam Syekh Bela Belu dan Syekh Damiaking. Ada juga pemandian air panas parang wedang yang berjarak sekitar 500 meter dari makam. Di dekat tempat ini juga terdapat makam Panembahan Selohening.
Keberadaan makam Syekh Maulana Maghribi tidak sekadar menjadi salah satu obyek wisata religi. Menarik jauh ke belakang, mungkin benar kata De Graaf dalam Kerajaan Islam Pertama di Jawa bahwa tempat sekitar muara Sungai Opak adalah tempat penting di masa lalu. Jauh sebelum Pemanahan datang ke Alas Mentaok, pesisir selatan Jawa sudah menggelar babadnya sendiri.
sumber: mojok.co/ 03042022/ r* Syaeful Cahyadi/ e* Purnawan Setyo Adi
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri

Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com
*riha/ wi/ nf/ 180425
Views: 72





















