Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Rilis Tanggapan atas Pidato Presiden yang Viral
- Azis Khafia: Rapat Raksasa IKADA 1945 Ungkap Peran Kaum Betawi
- PB FORMULA Apresiasi dan Doakan Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- 60 Tahun KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa: Transformasi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Komunikasi Politik pada Era Network Society
- Kalimantan Selatan: Gelap di Lumbung Energi
- KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI
Alasan hewan Kerbau yang biasa dipilih adalah, karena daging kerbau lebih tahan lama (tidak cepat basi) dibandingkan daging sapi, sehingga bumbu menyerap lebih awet dan serasa makin nimat, alasan lain adalah historis kebudayaan pada masa awal peradaban agama di batavia, masyarakat masih beragama hindu, sehingga sebagai wujud toleransi dipilih hewan kerbau untuk menghormati agama hindu yang mensucikan hewan sapi, ada pesan toleransi pada tradisi andilan (patungan) menjelang hari raya.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Logo, Tema, dan Rangkaian Hari Santri 2026 Diluncurkan, Menag: Momentum Pengingat Peran Ulama dan Santri!
- Australian Halal Authority and Advisor Raih Penghargaan dari BPJPH dalam Indonesia Halal Awards 2026
- Prof. Dailami Firdaus: Evaluasi Menyeluruh Konsep dan Kriteria Abang None Jakarta
- LPPOM dan Balai POM DKI Jakarta Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
- Volume Sampah Jakarta Capai Ribuan Ton per Hari, Josephine Dorong Warga Lebih Disiplin
- Danrem 072/Pamungkas Buka Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI
Makna dan pesan lainnya selain pesan toleransi pada tradisi andilan adalah wujud gotong royong, kolaborasi, dan salah satu cikal bakal tradisi menabung bersama atau patungan/ engkowan (kalau bahasa betawinya). pesan mendalam lainnya adalah memasuki hari raya idul fitri (lebaran), diharapkan adanya penyebaran kebahagian dengan berbagi makanan (daging kerbau) berupa masakan semur daging kerbau. Inilah pesan sosial kemanusian bahwa berbagi dan berbahagia untuk sesama adalah pesan moral betawi dalam tradisi andilan.
Tradisi ini sempat mulai jarang ditemui di tanah betawi namun terus diupayakan untuk dilestarikan, bahkan didukung oleh Majelis Kaum Betawi bersama pemerintah daerah Jakarta sebagai bagian dari budaya tak benda khas Betawi yang harus dilestarikan dan dikembangkan karena sangat kaya dengan pesan, kesan dan nilai kearifan betawi yang tinggi.
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Rumah Zakat dan PLN IP UBP Kamojang Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk MCK Darurat di Manggarai Timur, NTT
- Fasli Jalal Harap PKBM Merangkul Anak Putus Sekolah, Korban Bullying, hingga Pekerja Anak melalui Pendidikan Berbasis Teknologi
- Anugrah Widhy, S.Fil.I., Gr.: Disiplin dan Hormat pada Guru Itu Keren
- ICMI Muda DKI Jakarta Gelar Rakerwil 2026, Cendekia Muda Rumuskan Gagasan Menuju Jakarta 500 Tahun
- Bawa Semangat ‘Halal to Hasan’, AFSI Gelar Impact Connect 2026 dan Lantik Pengurus Baru
- Azis Khafia: Fahmi Tamami Milad ke-19, Sinergi Seni dan Dakwah di Tengah Arus Hoaks
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*anwi/ wi/ nf/ 070326
Views: 16






















