Beranda / KOLOM / KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI

KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI

Menurut Charles Tilly, kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tentara dan senjata, tetapi oleh kemampuan mengorganisasi kekerasan, menguasai sumber daya, serta mempertahankan loyalitas masyarakat dan elite. Karena itu, kelompok yang lebih kecil dapat mengalahkan negara jika pemerintah kehilangan kemampuan menggunakan sumber dayanya.

Retakan pada struktur kekuasaan biasanya terbentuk jauh sebelum keruntuhan terlihat. Selama aparat masih loyal, elite masih percaya, dan masyarakat masih menganggap negara mampu bertahan, struktur tersebut terlihat kokoh. Begitu daya ikatnya hilang, perubahan dapat berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kemenangan Taliban, HTS dan Houthi tidak muncul spontan, melainkan dibangun melalui organisasi yang rapi dan solid, struktur komando, pengalaman perang, jaringan sosial, basis teritorial, dan kemampuan membaca kelemahan lawan. Negara dapat memiliki sumber daya jauh lebih besar, tetapi kehilangan keunggulan apabila tidak mampu mengubah sumber daya tersebut menjadi kekuatan yang efektif.

Karena itu, kemenangan kilat Taliban, HTS dan Houthi sesungguhnya merupakan kemenangan panjang yang baru terlihat pada tahap akhirnya. Pelajarannya, kekuatan dalam perang asimetris tidak selalu ditentukan oleh pasukan dan persenjataan, tetapi oleh kemampuan memanfaatkan momentum, dan kelemahan lawan.

Views: 3

Halaman: 1 2 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 89
  • 59
  • 82
  • 57
  • 611
  • 13,915
  • 75,966
  • 75,966
  • 151,695
  • 3
  • 4,821
  • 270