Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI
- PANDUAN SAINS DAN REGULASI CUACA SERTA ARUS LAUT BAGI NAKHODA
- Musrenbang tidak Hanya Sekadar Ritual: Menagih Hak Rakyat Miskin atas Anggaran Negara
- MENERAPKAN PANCA CINTA DALAM KURIKULUM MERDEKA
- Bulan Dana PMI: Antara Kesukarelaan dan Kewajiban
- Sekjen Al Jam’iyatul Washliyah Prof.DR.H.Saifuddin Herlambang S.Ag.,MA,: Alwashliyah Organisasi Perekat
Menurut Charles Tilly, kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tentara dan senjata, tetapi oleh kemampuan mengorganisasi kekerasan, menguasai sumber daya, serta mempertahankan loyalitas masyarakat dan elite. Karena itu, kelompok yang lebih kecil dapat mengalahkan negara jika pemerintah kehilangan kemampuan menggunakan sumber dayanya.
Retakan pada struktur kekuasaan biasanya terbentuk jauh sebelum keruntuhan terlihat. Selama aparat masih loyal, elite masih percaya, dan masyarakat masih menganggap negara mampu bertahan, struktur tersebut terlihat kokoh. Begitu daya ikatnya hilang, perubahan dapat berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
- Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Jakbar Siapkan 9 Posko Kesehatan untuk Layani Masyarakat
- ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Instansi Terkait Cari Pewarta Foto Hilang Kontak
- Danrem 072/Pamungkas Bekali Mahasiswa Baru UMBY Semangat Bela Negara
- Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Meminta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Kemenangan Taliban, HTS dan Houthi tidak muncul spontan, melainkan dibangun melalui organisasi yang rapi dan solid, struktur komando, pengalaman perang, jaringan sosial, basis teritorial, dan kemampuan membaca kelemahan lawan. Negara dapat memiliki sumber daya jauh lebih besar, tetapi kehilangan keunggulan apabila tidak mampu mengubah sumber daya tersebut menjadi kekuatan yang efektif.
Karena itu, kemenangan kilat Taliban, HTS dan Houthi sesungguhnya merupakan kemenangan panjang yang baru terlihat pada tahap akhirnya. Pelajarannya, kekuatan dalam perang asimetris tidak selalu ditentukan oleh pasukan dan persenjataan, tetapi oleh kemampuan memanfaatkan momentum, dan kelemahan lawan.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 3






















