Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- PB FORMULA Apresiasi dan Doakan Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- 60 Tahun KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa: Transformasi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Komunikasi Politik pada Era Network Society
- Kalimantan Selatan: Gelap di Lumbung Energi
- KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI
- PANDUAN SAINS DAN REGULASI CUACA SERTA ARUS LAUT BAGI NAKHODA
- Musrenbang tidak Hanya Sekadar Ritual: Menagih Hak Rakyat Miskin atas Anggaran Negara
“Persiapan yang baik sejak awal menjadi penting untuk meminimalkan revisi dalam proses notifikasi sekaligus mengurangi risiko ketidakpatuhan ketika produk beredar di Indonesia,” ujar Jefetta.
Sementara itu, Dr. Priyo Wahyudi, M.Si., Laboratory Expert LPPOM, menjelaskan bahwa kesiapan sertifikasi halal kosmetik impor idealnya dimulai sejak dari negara asal. Hal tersebut mencakup identifikasi bahan kritis, dokumen halal pemasok, ketertelusuran rantai pasok, proses dan fasilitas produksi, hingga penerapan Sistem Jaminan Produk Halal. Dr. Priyo juga membahas peran uji laboratorium dalam mendukung keamanan dan klaim produk kosmetik.
Direktur LPPOM Provinsi DKI Jakarta, drg. H. Deden Edi Sutrisna, MM, mengatakan bahwa besarnya pasar kosmetik Indonesia merupakan peluang bagi industri, tetapi harus diikuti dengan kepatuhan terhadap regulasi, terlebih dengan adanya Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- LPPOM dan Balai POM DKI Jakarta Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
- Volume Sampah Jakarta Capai Ribuan Ton per Hari, Josephine Dorong Warga Lebih Disiplin
- Danrem 072/Pamungkas Buka Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI
- Sambut Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Fauzi Amro : Prudent dan Paham Fiskal
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
- Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban
“Produk kosmetik tidak cukup hanya berkualitas dan memiliki brand yang kuat, tetapi juga harus aman, memenuhi regulasi, dan terjamin kehalalannya. Sertifikasi halal dan kepatuhan terhadap BPOM bukan hambatan, tetapi bagian dari strategi bisnis untuk membangun kepercayaan konsumen,” ujar Deden.
Menurut Deden, kolaborasi LPPOM Jakarta dan Balai Besar POM di Jakarta diharapkan membantu pelaku usaha mempersiapkan aspek BPOM dan halal secara lebih terencana dan terintegrasi. “Pada akhirnya, industri kosmetik bukan hanya menjual produk, tetapi juga membangun kualitas, keamanan, kehalalan, dan kepercayaan konsumen,” pungkasnya.
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Bawaslu DKI Jakarta dan LPSK RI Perkuat Kolaborasi Demokrasi dan Nomokrasi
- SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran
- TURNAMEN CATUR KAHMI CIPTAKAN DEMONG PENGGANTI ISTILAH MAKAN BUAH CATUR
- BPIP bersama DPR RI Gelar Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Ende: Hidupkan Warisan Bung Karno Lewat Aksi Sosial Nyata
- MUI Jakarta Selatan Menggandeng BSI Pondok Indah: Bekali Calon Jamaah Haji dengan Kesiapan Spiritual dan Finansial Terpadu
- Majlis Nurul Lathif Rayakan Milad ke-12 dengan Maulid Nabi: Hadirkan Ustaz Abdul Aziz Amrullah untuk Perkuat Spiritualitas Warga Matraman
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*ibys/ pjmi/ wi/ nf/ 170926
Views: 0


















