Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR
- Rakerwil I DPW HARAKAH BAKOMUBIN Kalimantan Selatan Rumuskan Program Strategis Penguatan Dakwah dan Pemberdayaan Umat
Menurutnya, mahasiswa UIA tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga dituntut memiliki karakter, akhlak, serta kemampuan untuk menggunakan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab.
Perkembangan teknologi digital juga harus dihadapi dengan kemampuan berpikir kritis dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
Etika Kepemimpinan bagi Mahasiswa Muslim Modern
Materi kedua menghadirkan Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Art., yang membawakan materi “Etika Kepemimpinan dan Tata Kelola Diri Mahasiswa Muslim Modern.”
Materi tersebut memberikan penguatan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya kepemimpinan yang dimulai dari kemampuan mengelola diri sendiri. Mahasiswa diarahkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijak.
Kepemimpinan mahasiswa juga tidak hanya dipahami sebagai kemampuan memimpin orang lain, tetapi sebagai kemampuan mengelola waktu, menjaga komitmen, membangun komunikasi, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil selama menjalani kehidupan akademik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- KLN FC GELAR GRAND LAUNCHING MUSIM 2026/2027 DI MALL ARTHA GADING
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Perayaan HUT ke-119 Hoo Hap Hwee Yogyakarta
- ADAM MUSTHOFA: Pemuda Langit
- SHANDY DAN EMPAT KALI PERJUSA YANG BELUM PERNAH TAMAT
- SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Perang Kediri_
- SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_
Penguatan Akhlakul Karimah dan Budaya Kesantunan
Materi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, SH., MM., dengan tema “Penguatan Akhlakul Karimah dan Budaya Kesantunan dalam Meningkatkan Mutu UIA.”
Materi ini menempatkan akhlak dan kesantunan sebagai bagian penting dalam membangun kualitas sivitas akademika. Kompetensi akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keislaman.
Mahasiswa baru juga diarahkan untuk menjadikan kesantunan sebagai bagian dari budaya kehidupan kampus, baik dalam berkomunikasi dengan dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa maupun masyarakat.
Mewujudkan Kampus yang Aman dan Inklusif
Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan materi “SAFE & INCLUSIVE CAMPUS: Bersama Mewujudkan UIA yang Aman, Peduli, dan Ramah untuk Semua” yang disampaikan oleh Ken Heriliani Sulis, M.Pd.
Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, peduli dan menghargai keberagaman.
Mahasiswa baru diajak untuk memiliki kesadaran bersama dalam membangun lingkungan kampus yang bebas dari berbagai bentuk perilaku yang dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan warga kampus.
Konsep safe and inclusive campus juga menekankan pentingnya kepedulian, saling menghormati, serta membangun budaya akademik yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang secara positif.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- MTMB 2026 UIA Jakarta: Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Generasi Berakhlak dan Adaptif di Era Digital
- Pimpinan PB Al-Washliyah Gelar Silaturahmi dengan Sivitas Akademika UMN Al-Washliyah
- DPW PARTAI MASYUMI SUMATERA UTARA SILATURAHMI DAN AUDIENSI KE PW AL-WASHLIYAH SUMATERA UTARA
- PB Al Washliyah Hadirkan Nuansa Baru Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi
- PLN IP UBP Saguling Hadirkan 135 Ribu Liter Air Bersih untuk Lumajang
- Azis Khafia isi Tausiah Maulid 1448 H di MUI Jakarta Selatan
AI, Knowledge, and Integrity
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi melalui materi “AI, Knowledge, and Integrity: Menjadi Mahasiswa Muslim Cerdas di Era Kecerdasan Buatan” yang disampaikan oleh Dr. Badrah Uyuni, MA.
Materi ini menjadi relevan dengan tantangan mahasiswa saat ini. Kehadiran artificial intelligence (AI) memberikan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran, pencarian informasi, pengolahan data dan pengembangan pengetahuan.
Namun, pemanfaatan AI juga membutuhkan integritas dan tanggung jawab. Mahasiswa perlu memahami batas antara menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran dengan ketergantungan yang dapat mengurangi proses berpikir kritis dan orisinalitas akademik.
Karena itu, mahasiswa UIA didorong untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis dan beretika, dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam pemanfaatan teknologi.
1.429 Mahasiswa Baru
Tahun ini, jumlah calon mahasiswa baru UIA mencapai 1.429 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penerimaan mahasiswa baru pada tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi UIA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik dan pembinaan mahasiswa.
Karena itu, MTMB 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga menjadi bagian awal dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UIA, termasuk para wakil rektor, dekan dan unsur pimpinan lainnya. Kehadiran jajaran pimpinan menunjukkan pentingnya MTMB sebagai bagian dari proses awal mahasiswa mengenal kehidupan akademik dan kelembagaan di UIA.
Saat ini, UIA memiliki enam fakultas dengan 23 program studi, yaitu Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).
Melalui MTMB 2026, UIA berharap mahasiswa baru mampu menjalani proses pendidikan dengan keseimbangan antara penguasaan ilmu, keimanan, akhlak, kemampuan berpikir kritis dan kesiapan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Tema “Membangun Mahasiswa UIA yang Berakhlakul Karimah, Berpikir Kritis dan Adaptif terhadap Transformasi Digital” sekaligus menjadi penegasan arah pembinaan mahasiswa UIA untuk melahirkan generasi yang memiliki kompetensi akademik, karakter kuat, kemampuan kepemimpinan, kesadaran sosial serta literasi digital.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa UIA diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menggunakan ilmu dan teknologi secara bijak serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Berilmu, Beriman, Berdampak bagi Bangsa.
*****
*heam/ pjmi/ wi/ nf/ 150926
Views: 1





















