Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Kalimantan Selatan: Gelap di Lumbung Energi
- KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI
- PANDUAN SAINS DAN REGULASI CUACA SERTA ARUS LAUT BAGI NAKHODA
- Musrenbang tidak Hanya Sekadar Ritual: Menagih Hak Rakyat Miskin atas Anggaran Negara
- MENERAPKAN PANCA CINTA DALAM KURIKULUM MERDEKA
- Bulan Dana PMI: Antara Kesukarelaan dan Kewajiban
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari perubahan positif di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa UIA diharapkan memiliki keberanian untuk berpikir kritis, berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.
“Mahasiswa adalah agent of change. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjadi penggerak perubahan yang positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujar Dr. Misbah.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, meningkatkan kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Sambutan tersebut sekaligus menjadi pengantar bagi mahasiswa baru untuk memahami kehidupan kemahasiswaan di UIA dan peran strategis mereka dalam membangun budaya akademik yang positif serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Selanjutnya, Rektor UIA, Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, SH., MM., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan MTMB 2026.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Danrem 072/Pamungkas Buka Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI
- Sambut Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Fauzi Amro : Prudent dan Paham Fiskal
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
- Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Jakbar Siapkan 9 Posko Kesehatan untuk Layani Masyarakat
- ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Instansi Terkait Cari Pewarta Foto Hilang Kontak
Dalam pembukaannya, Rektor UIA menekankan bahwa masa ta’aruf bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, tetapi merupakan tahapan awal dalam membangun karakter, mental, etika, serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Memahami Sejarah dan Perjuangan Keas-Syafi’iyahan
Materi pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LLM., MBA., dengan materi “Sejarah dan Perjuangan Keas-Syafi’iyahan.”
Dalam pembekalannya, Dailami menegaskan komitmen UIA sebagai perguruan tinggi yang memadukan ilmu dan agama. Prinsip tersebut merupakan bagian dari amanah yang diwariskan sang kakek, ulama kharismatik KH Abdullah Syafi’i, pendiri UIA.
“Perpaduan antara ilmu dan agama merupakan jati diri UIA yang harus terus dijaga,” ujar Dailami yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 1





















