Beranda / SEMESTA / MTMB 2026 UIA Jakarta: Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Generasi Berakhlak dan Adaptif di Era Digital

MTMB 2026 UIA Jakarta: Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Generasi Berakhlak dan Adaptif di Era Digital

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari perubahan positif di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa UIA diharapkan memiliki keberanian untuk berpikir kritis, berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.

“Mahasiswa adalah agent of change. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjadi penggerak perubahan yang positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujar Dr. Misbah.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, meningkatkan kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sambutan tersebut sekaligus menjadi pengantar bagi mahasiswa baru untuk memahami kehidupan kemahasiswaan di UIA dan peran strategis mereka dalam membangun budaya akademik yang positif serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Selanjutnya, Rektor UIA, Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, SH., MM., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan MTMB 2026.

Dalam pembukaannya, Rektor UIA menekankan bahwa masa ta’aruf bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, tetapi merupakan tahapan awal dalam membangun karakter, mental, etika, serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Memahami Sejarah dan Perjuangan Keas-Syafi’iyahan

Materi pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LLM., MBA., dengan materi “Sejarah dan Perjuangan Keas-Syafi’iyahan.”

Dalam pembekalannya, Dailami menegaskan komitmen UIA sebagai perguruan tinggi yang memadukan ilmu dan agama. Prinsip tersebut merupakan bagian dari amanah yang diwariskan sang kakek, ulama kharismatik KH Abdullah Syafi’i, pendiri UIA.

“Perpaduan antara ilmu dan agama merupakan jati diri UIA yang harus terus dijaga,” ujar Dailami yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta.

Views: 1

Halaman: 1 2 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  WARTAIDAMAN.com        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍﷺ Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan F...

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 1
  • 92
  • 82
  • 127
  • 86
  • 615
  • 13,741
  • 76,203
  • 76,203
  • 151,873
  • 1
  • 4,833
  • 270