Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR
- Rakerwil I DPW HARAKAH BAKOMUBIN Kalimantan Selatan Rumuskan Program Strategis Penguatan Dakwah dan Pemberdayaan Umat
Kelima, with what effect?
Apa dampaknya?
Ukuran keberhasilan komunikasi tidak semestinya berhenti pada jumlah kegiatan atau publikasi.
Pertanyaan yang lebih substantif adalah apakah komunikasi KAHMI menghasilkan peningkatan literasi publik, perubahan agenda kebijakan, terbentuknya opini publik yang lebih rasional atau lahirnya solusi konkret bagi masyarakat.
Dengan demikian, komunikasi politik KAHMI harus bergerak dari event-oriented communication menuju impact-oriented communication.
Infrastruktur Ruang Publik
Teori Jürgen Habermas mengenai public sphere memberikan kerangka penting untuk membaca kemungkinan peran KAHMI.
Ruang publik merupakan arena komunikasi masyarakat tempat informasi, gagasan dan argumentasi dipertukarkan sehingga memungkinkan pembentukan opini dan kehendak politik.
Literatur komunikasi politik yang menggunakan perspektif Habermas menempatkan ruang publik sebagai ruang sirkulasi informasi, gagasan dan debat yang menghubungkan warga dengan pemegang kekuasaan.
Dalam perspektif ini, KAHMI seharusnya tidak hanya menjadi organisasi yang berbicara kepada publik.
KAHMI harus menjadi organisasi yang menciptakan ruang bagi publik untuk berbicara.
Perbedaannya sangat mendasar.
Komunikasi satu arah yakni KAHMI → masyarakat.
Komunikasi deliberatif yakni KAHMI ↔ masyarakat ↔ akademisi ↔ pemerintah ↔ media ↔ kelompok masyarakat sipil.
Di sinilah KAHMI dapat membangun apa yang dapat disebut sebagai ruang publik intelektual kebangsaan.
Ruang tersebut tidak harus selalu berbentuk seminar.
Ia dapat berupa forum kebijakan, podcast intelektual, dialog publik, policy brief, jurnal, media digital, diskusi lintas generasi, fact-checking, kajian kebijakan, forum generasi muda, dan ruang deliberasi digital.
>>> ke Halaman 4
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
- Amal sedikit penuh kesadaran Ilahi lebih baik dari pada banyak amal dengan kesombongan diri
- Maulid Barokah Munajat kami pada MU, Yaa Allah
- Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan Fajar
Views: 0





















