Beranda / KOLOM / 60 Tahun KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa: Transformasi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Komunikasi Politik pada Era Network Society

60 Tahun KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa: Transformasi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Komunikasi Politik pada Era Network Society

Dalam masyarakat jaringan, kekuasaan tidak hanya berada pada pusat-pusat institusi formal.
Kekuasaan juga berada pada kemampuan mengendalikan arus informasi.

Siapa yang mampu menghubungkan aktor dengan aktor lain?
Siapa yang mampu membuat sebuah isu menjadi perhatian publik?
Siapa yang mampu memproduksi pengetahuan?
Siapa yang memiliki akses kepada jaringan media?
Siapa yang mampu membangun komunitas digital?

Dan siapa yang mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi agenda kebijakan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan komunikasi politik.
Karena itu, kedaulatan bangsa pada era network society dapat dibaca sebagai kemampuan masyarakat dan negara untuk tetap memiliki kapasitas menentukan agenda, makna dan arah pembicaraan mengenai kepentingan nasional di tengah arus komunikasi global.

Dalam konteks tersebut, KAHMI mempunyai modal yang tidak kecil yakni jaringan alumni lintas profesi, lintas generasi, dan lintas sektor kehidupan.

Persoalannya bukan semata-mata apakah modal tersebut tersedia.
Persoalannya adalah bagaimana modal tersebut dikonversi menjadi kekuatan komunikasi publik?

Fundamental Komunikasi Politik
Harold D. Lasswell menawarkan formula klasik komunikasi:
Who says what, in which channel, to whom, with what effect?
Formula tersebut tetap relevan untuk membaca strategi komunikasi politik KAHMI.

Lasswell memetakan komunikasi melalui komunikator, pesan, saluran, khalayak dan efek yang ditimbulkan.

Jika formula tersebut diterapkan kepada KAHMI, terdapat lima pertanyaan strategis.
Pertama, who?
Siapa yang berbicara atas nama kepentingan kebangsaan?
KAHMI mempunyai alumni yang bergerak dalam berbagai profesi dan sektor. Namun, keberagaman tersebut juga menghasilkan persoalan representasi yakni apakah seorang alumni berbicara sebagai individu, akademisi, profesional, pejabat, politisi, atau sebagai bagian dari institusi KAHMI?

Kedua, says what?
Apa pesan yang hendak dibawa?
Apakah KAHMI hanya bereaksi terhadap isu yang sedang viral atau memiliki agenda komunikasi jangka panjang mengenai pendidikan, demokrasi, ekonomi, teknologi, keadilan sosial, Islam dan kebangsaan?

Ketiga, in which channel?
Melalui saluran apa pesan disampaikan?

Di era digital, KAHMI tidak dapat hanya mengandalkan forum tatap muka, seminar dan media konvensional. Kanal digital harus menjadi bagian dari arsitektur komunikasi organisasi.

Keempat, to whom?
Siapa khalayaknya?
Generasi muda tentu membutuhkan bahasa komunikasi yang berbeda dengan birokrasi, akademisi, media atau masyarakat umum.

Views: 0

Halaman: 1 2 3 4 5

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  WARTAIDAMAN.com        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍﷺ Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan F...

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 13
  • 6
  • 122
  • 91
  • 722
  • 13,504
  • 76,404
  • 76,404
  • 152,017
  • 0
  • 4,838
  • 270