Beranda / KOLOM / Musrenbang tidak Hanya Sekadar Ritual: Menagih Hak Rakyat Miskin atas Anggaran Negara

Musrenbang tidak Hanya Sekadar Ritual: Menagih Hak Rakyat Miskin atas Anggaran Negara

Lebih jauh, Taufiqurrahman mengingatkan bahwa perbaikan Musrenbang tidak bisa dipisahkan dari pemberantasan politik uang. Politik transaksi membuat hubungan rakyat-wakil berakhir pada hari pencoblosan. Ia memilih jalan berbeda: kontrak politik tertulis, keterbukaan anggaran, dan mandat yang dapat ditagih. “Mandat bukan cek kosong. Orang yang dipilih harus kembali kepada masyarakat dan menjelaskan apa yang sudah atau belum dikerjakan.”

Kemenangan Rakyat Sejati

Pada akhirnya, Musrenbang bukanlah hadiah dari pemerintah, melainkan hak politik rakyat. Ukuran keberhasilan demokrasi bukan hanya pada kemenangan calon legislatif di bilik suara, tetapi pada sejauh mana suara rakyat ikut menentukan ke mana uang negara dibelanjakan.

Seperti pesan penutup yang menggugah: “Jangan hanya calon anggota legislatif yang menang dalam pemilu. Rakyat juga harus menang.” Dan salah satu tanda kemenangan rakyat itu adalah ketika aspirasinya tidak berhenti di kotak suara, tetapi mewujud nyata dalam pembangunan yang adil dan bermartabat.(AW)

*anwi/ wi/ nf/ 120926

Views: 1

Halaman: 1 2 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 5
  • 4
  • 113
  • 57
  • 552
  • 13,959
  • 75,800
  • 75,800
  • 151,583
  • 1
  • 4,812
  • 270