Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR
- Rakerwil I DPW HARAKAH BAKOMUBIN Kalimantan Selatan Rumuskan Program Strategis Penguatan Dakwah dan Pemberdayaan Umat
“Hidup bersama sampah itu tidak enak dan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Kalau Bantar Gebang sudah tidak sanggup menampung, lagipula Bantar Gebang bukan cuma menampung sampah Jakarta, dampaknya akan kembali ke kehidupan kita sehari-hari,” tutur anggota Komisi C DPRD DKI tersebut.
Josephine juga mengimbau warga untuk mulai disiplin memilah sampah dari dapur rumah tangga masing-masing agar beban fasilitas penampungan akhir dapat ditekan secara signifikan.
Belakangan ini, terjadi penumpukan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) di wilayah ibu kota, meski volume pengiriman sampah harian ke TPST Bantar Gebang dilaporkan justru mengalami penurunan.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- KLN FC GELAR GRAND LAUNCHING MUSIM 2026/2027 DI MALL ARTHA GADING
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Perayaan HUT ke-119 Hoo Hap Hwee Yogyakarta
- ADAM MUSTHOFA: Pemuda Langit
- SHANDY DAN EMPAT KALI PERJUSA YANG BELUM PERNAH TAMAT
- SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Perang Kediri_
- SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_
Penurunan ritase armada truk sampah menuju Bantar Gebang terjadi seiring kebijakan pembatasan serta optimalisasi pemilahan sampah dan pengolahan bahan bakar alternatif (Refuse-Derived Fuel/RDF). Namun, penurunan angka pengiriman ini belum sepenuhnya seimbang dengan kecepatan pengangkutan di tingkat tapak, sehingga sampah rumah tangga sempat tertahan dan menumpuk di TPS permukiman.
Saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 7.000 hingga 8.000 ton sampah per hari, di mana sebagian besar masih bergantung pada TPST Bantar Gebang.
*****
Rilis Pers,
17 Sep 2026
DPRD DKI Josephine Simanjuntak
Sumber: https://www.josephinesimanjuntak.biz.id/2026/09/pers-rilis-17-september-2026-volume.html
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Bawaslu DKI Jakarta dan LPSK RI Perkuat Kolaborasi Demokrasi dan Nomokrasi
- SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran
- TURNAMEN CATUR KAHMI CIPTAKAN DEMONG PENGGANTI ISTILAH MAKAN BUAH CATUR
- BPIP bersama DPR RI Gelar Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Ende: Hidupkan Warisan Bung Karno Lewat Aksi Sosial Nyata
- MUI Jakarta Selatan Menggandeng BSI Pondok Indah: Bekali Calon Jamaah Haji dengan Kesiapan Spiritual dan Finansial Terpadu
- Majlis Nurul Lathif Rayakan Milad ke-12 dengan Maulid Nabi: Hadirkan Ustaz Abdul Aziz Amrullah untuk Perkuat Spiritualitas Warga Matraman
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*po/ wi/ nf/ 170926
Views: 1



















