Beranda / KOLOM / Rilis Tanggapan atas Pidato Presiden yang Viral

Rilis Tanggapan atas Pidato Presiden yang Viral

6
Pemerintah kini merencanakan memulai langkah pendidikan gratis di PTN agar mahasiswa yang layak masuk bidang tertentun tidak terhalang oleh kendala biaya. Jalur mandiri merupakan kebijakan pemerintah yang mendorong PTN-PTN mencari biaya sendiri, yang kemudian membebankan biaya tinggi kepada mahasiswa melalui jalur
penerimaan tertentu. Jalur mandiri yang dikomersialkan tidak sepaatutnya diteruskan lagi.

7
Dengan demikian, pembiayaan pendidikan tinggi bisa berbagi antara PTN dan PTS. DI PTN penerimaan mahasiswa baru dibatasi, tetap berdasarkan asas meritokrasi, kemampuan dan harus prioritas adalah untuk mahasiswa yang kurang mampu. PTN tidak lagi dibebani tugas komersial mencari anggaran, tetapi menjadi research university utamanya PTN BH., yang sebanarnya sudah banyak yang memiliki endowment fund dari berbagai sumber. Dengan melakukan efisiensi dan “right sizing” PTN, maka pemerintah bisa membiayai dana operasional PTN utama antara 500 milyar sampai 1 trilyun rupiah, sedangkan PTN kecil bisa mendapatkan dana operasional 200-500 milyar rupiah. Kini sudah saatnya ada PTN daerah, yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Dengan mengambil sebagian kecil dari 769 trilyun dana pendidikan, maka pendidikan gratis untuk PTN bisa dimulai.

8
Bagi mahasiswa yang mampu secara ekonomi bisa mengambil jalur PTS, yang dibiayai oleh masyarakat sehingga ada dua sumber dana pendidikan tinggi (APBN dan dana masyaakat). Mahasiswa yang tidak mampu mendapat prioritas untuk memasuki PTN tentu dengan asas meritokrasi dan kemampuan. PTS menengah dengan daya tampung 6 ribu sampai 12 ribu mahasiswa bisa dijalankan secara efisien oleh PTS dengan dana 100-200 milyar rupiah. Mestinya PTN bisa juga menjalankannya secara efisien.

9
Jadi menurut saya pemikiran presiden tidak tidak masuk akal. Menterinya saja yang harus sigap, serius dan cerdas menerjemahkan semangat pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi negeri. Tetapi harus ada relokasi anggaran pendidikan yang jumlahnya tidak kurang dari 769 trilyun rupiah. Anggaran pendidikan tersebut pada saat ini dicabik-cabik tidak jelas. Dengan adanya semangat dan arahan presiden tersebut tidak membuat bingung menkeu, mendiknas dan mendikti – justru ini menjadi kesempatan agar anggaran tersebut kembali ke ranahnya. Semangat presiden yang berapi-api seperti itu justru kesempatan baik dunia pendidikan untuk mencerdaskan bangsa sebagaimana cita-cita konstitusi.

*****

Prof. Didik J Rachbini, Ph.D.
Rektor Universitas Paramadina

*moadma/ pjmi/ wi/ nf/ 200926

Views: 2

Halaman: 1 2 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 298
  • 251
  • 288
  • 222
  • 1,238
  • 13,572
  • 77,115
  • 77,115
  • 152,571
  • 2
  • 4,855
  • 270