Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Prihatin Karhutla Berkepanjangan, DPW KalSel & DPD Partai Ummat Banjarbaru Salurkan Voucher BBM dan Logistik untuk Relawan
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR
Hal ini justru menjadi pembelajaran penting bagi seluruh panitia bahwa proses pemulihan membutuhkan pendampingan yang konsisten dan memberikan pengertian. Oleh karena itu Mentor dan panitia berusaha hadir dalam setiap kegiatan, termasuk ketika peserta mengikuti permainan, berkebun, makan bersama, beribadah, maupun mengikuti kegiatan lainnya.
Dengan demikian, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi situasi nyata dengan dukungan yang aman.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman hidup yang lebih teratur. Peserta mengikuti jadwal bersama, mulai dari bangun, shalat berjamaah, makan bersama, olahraga, berkebun, permainan, hingga waktu istirahat.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- PUISI: “WORLD TOURISM DAY”
- SANFFEST 2026: Ketika Nilai Al-Qur’an Bergerak ke Layar Sinema
- KLN FC GELAR GRAND LAUNCHING MUSIM 2026/2027 DI MALL ARTHA GADING
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Perayaan HUT ke-119 Hoo Hap Hwee Yogyakarta
- ADAM MUSTHOFA: Pemuda Langit
- SHANDY DAN EMPAT KALI PERJUSA YANG BELUM PERNAH TAMAT
Rutinitas tersebut menjadi pengalaman penting karena dalam kehidupan sehari-hari sebagian peserta terbiasa menjalani aktivitas dengan lebih bebas tanpa jadwal yang terstruktur. Melalui kegiatan bersama ini, mereka belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan kemampuan mengikuti aturan
Ketua panitia sekaligus psikolog, Etna Maria, mengungkapkan rasa tertarik, haru, dan kekagumannya terhadap kegiatan tersebut.
Menurut Etna Maria, jika melihat kondisi penyintas sekitar 35 tahun lalu, situasinya sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Kesempatan bagi penyintas skizofrenia untuk pulih, bersosialisasi, bekerja, dan berkarya dahulu jauh lebih terbatas.
Kini, ia melihat perkembangan yang sangat menggembirakan. Para penyintas mampu mengikuti kegiatan bersama, beribadah, bekerja sama, berkebun, mengikuti permainan, berbagi pengalaman, dan menunjukkan kemampuan mereka.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Perkuat Sinergi Dakwah,PMMI DKI Jakarta Kukuhkan Ust Nurhasan sebagai Ketua PMMI Cakung di Momentum Milad PMMI ke 10
- Victor Panjaitan terpilih Ketua GIBAS Jakarta Timur dalam Musyawarah Resort II, Perkuat Komitmen Kepemimpinan Berintegritas
- 300 Telur Omega Kembali Ditebar, BPRS Amanah Ummah dan Ummat TV Peduli Sapa Pesantren Bogor
- PMMI Jaktim Gelar Maulid Nabi Sekaligus Milad PMMI ke-10, Pererat Ukhuwah Mubalig di Puncak
- Haul ke-887 Syekh Abdul Qadir Jaelani di Masjid Sultan Agung Yogyakarta
- [HOAKS] Surat Peringatan Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026
Etna Maria mengaku memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap perkembangan para penyintas sehingga selama kegiatan ia berusaha mendampingi dan mengamati berbagai aktivitas peserta.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dengan pendampingan dan lingkungan yang tepat, penyintas dapat menjalani kehidupan dan berkarya sebagaimana anggota masyarakat lainnya.
Para peserta yang mengikuti kegiatan ini memiliki latar belakang yang beragam. Di antaranya ada lulusan SMP, SMA, SMK, D3 bahkan beberapa lulusan S1 , serta peserta yang bekerja sebagai office boy, driver online, wirausaha, karyawan swasta , bekerja paruh waktu hingga pelaku usaha online
>>> ke Halaman 4
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Tips Tetap Istiqamah: Cara Menjaga Konsistensi Hijrah Sehari-hari
- Menuju Versi Terbaik Diri: Mengenal Ciri-Ciri Hijrah Sehari-hari yang Sering Tak Disadari
- Mengubah Lelah Menjadi Lillah: Belajar Ikhlas dari Pak Rahmat
- Menjemput Cahaya di Ujung Lelah: Kisah Keikhlasan yang Menembus Langit
- Hikmah ke-3 Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu Athaillah al-Sakandari
- Salat dari Sisi Hakikat, Syariat, dan Tarekat
Views: 14























