Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- PENGHAPUSAN UKT PTN DAN MENJAGA EKSISTENSI PTS
- Rilis Tanggapan atas Pidato Presiden yang Viral
- Azis Khafia: Rapat Raksasa IKADA 1945 Ungkap Peran Kaum Betawi
- PB FORMULA Apresiasi dan Doakan Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- 60 Tahun KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa: Transformasi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Komunikasi Politik pada Era Network Society
- Kalimantan Selatan: Gelap di Lumbung Energi
Para peserta terlibat langsung dalam menata taman, menanam, dan merawat tanaman serta mengecat pagar pagar dan bebatuan. Mereka bekerja dalam kelompok, saling membantu, dan menyelesaikan pekerjaan bersama. Hasilnya adalah taman yang terlihat lebih rapi, asri, dan indah.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa sesuatu yang baik membutuhkan proses. Tanaman tidak langsung tumbuh besar, begitu pula proses pemulihan. Dibutuhkan kesabaran, perawatan, lingkungan yang baik, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Selain keterampilan dan kebersamaan, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran penting tentang perjuangan dan realitas kehidupan.
Melalui berbagai permainan, kegiatan kelompok, hingga lomba membuat taman, peserta diajak memahami bahwa dalam kehidupan nyata selalu ada keberhasilan dan kegagalan, kelebihan dan keterbatasan, menang dan kalah, serta pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak sesuai dengan harapan.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Bawaslu Jakarta Timur Gelar Penguatan Kapasitas melalui Klinik Pemilu Edisi III
- Pemprov Jabar Gelar Penguatan Ekonomi Lokal di Depok, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Konsep Rancage
- Logo, Tema, dan Rangkaian Hari Santri 2026 Diluncurkan, Menag: Momentum Pengingat Peran Ulama dan Santri!
- Australian Halal Authority and Advisor Raih Penghargaan dari BPJPH dalam Indonesia Halal Awards 2026
- Prof. Dailami Firdaus: Evaluasi Menyeluruh Konsep dan Kriteria Abang None Jakarta
- LPPOM dan Balai POM DKI Jakarta Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Pembelajaran tersebut menjadi penting karena sebagian peserta masih menghadapi tantangan ketika berhadapan dengan situasi yang tidak sesuai dengan pemikiran atau harapan mereka. Perbedaan prestasi, pengalaman masa lalu, maupun situasi kompetitif terkadang dapat memunculkan rasa sedih, marah, kecewa, atau menjadi pemicu emosional.
Karena itu, melalui pendampingan mentor, psikolog, dan panitia, setiap situasi tersebut tidak dibiarkan berkembang menjadi hal negatif. Peserta diajak belajar menerima kenyataan, mengelola emosi, menghargai kelebihan dan keterbatasan diri maupun orang lain, serta memahami bahwa kalah bukan berarti gagal sebagai manusia dan memiliki keterbatasan bukan berarti tidak memiliki nilai.
Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa kehidupan memang merupakan perjuangan. Setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda. Yang terpenting adalah terus berusaha, belajar, berkembang, dan menemukan cara untuk menghadapi tantangan secara sehat.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa peserta sempat mengalami trigger emosional ketika mengingat pengalaman masa lalu, menghadapi perbedaan, persaingan atau menemukan situasi yang tidak sesuai dengan harapan mereka seperti pada saat pemberian apresiasi terhadap yang berprestasi
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 14






















