Beranda / SEMESTA / Tadabbur Alam & Life Skill Education “Pulih, Berkarya & Bersama Menumbuhkan Harapan”

Tadabbur Alam & Life Skill Education “Pulih, Berkarya & Bersama Menumbuhkan Harapan”

Keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan hidup penyintas tidak berhenti pada diagnosis atau kondisi yang pernah mereka alami. Mereka memiliki pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan kemampuan yang dapat terus dikembangkan.

Melalui kegiatan seperti ini, mereka mendapatkan ruang untuk kembali membangun kepercayaan diri dan menyadari bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi.

Pada sesi penutupan, para peserta menyampaikan kesan dan pesan yang positif. Mereka merasakan kebersamaan, mendapatkan pengalaman baru, serta memperoleh kesempatan untuk belajar menghadapi diri sendiri dan lingkungan.

Sebagian peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya sampai dua hari kegiatan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan dan kegiatan berikutnya.

Harapan tersebut menjadi catatan penting bahwa proses pemulihan membutuhkan kesinambungan. Kegiatan dua hari dapat menjadi pemantik semangat, tetapi proses untuk membangun kemandirian, kemampuan bersosialisasi, mengelola emosi, dan kembali produktif membutuhkan pendampingan yang terus-menerus.

Menanggapi harapan para peserta, Dita menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah upaya pembinaan yang berkelanjutan.

Yayasan Mutiara Semesta Abadi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan bersama keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, dunia usaha, masyarakat, dan terutama mendapatkan perhatian serta dukungan dari pemerintah.

Menurut Dita, penyintas skizofrenia bukanlah beban masyarakat. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak, potensi, dan kesempatan untuk hidup mandiri serta produktif apabila mendapatkan pembinaan dan pendampingan yang tepat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan sosial, tetapi menjadi awal dari perhatian dan langkah nyata yang berkelanjutan.

Kami mengajak pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk melihat bahwa para penyintas skizofrenia adalah bagian dari masyarakat yang memiliki potensi untuk pulih, mandiri, bekerja, dan berkarya,” ujar Dita.

Ia berharap dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui program yang berkelanjutan, termasuk pendampingan, pemberdayaan, pelatihan keterampilan, serta ruang bagi para penyintas untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi di masyarakat.

“Mereka tidak membutuhkan belas kasihan semata. Mereka membutuhkan kesempatan, kepercayaan, pembinaan, pendampingan, dan ruang untuk berkarya. Kami berharap pemerintah dapat hadir lebih nyata melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan, sehingga proses pemulihan tidak berhenti ketika sebuah kegiatan selesai. Jangan biarkan mereka berjalan sendiri.

Berikan kesempatan, hadirkan pendampingan, dan bukakan ruang untuk berkarya. Karena ketika para penyintas diberi kesempatan untuk pulih dan produktif, mereka bukan menjadi beban, tetapi menjadi bagian dari solusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.”

Melalui Tadabbur Alam & Life Skill Education, Yayasan Mutiara Semesta Abadi
bersama KPSI berharap semakin banyak pihak memahami bahwa pemulihan bukan hanya tentang kembali sehat, tetapi juga tentang kembali memiliki harapan, kepercayaan diri, kesempatan untuk berkarya, dan tempat yang layak di tengah masyarakat.

“Pulih, Berkarya & Bersama Menumbuhkan Harapan” bukanh sekadar tema, tetapi sebuah ajakan untuk bergerak Bersama agar tidak ada penyintas yang berjalan sendirian dalam proses pemulihannya.

 *****

*wsu/ pjmi/ wi/ nf/ 130826

Views: 14

Halaman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 1
  • 1
  • 87
  • 66
  • 632
  • 8,940
  • 78,075
  • 78,075
  • 153,374
  • 14
  • 4,885
  • 270