Beranda / KOLOM / KEDUDUKAN PEREMPUAN MUSLIMAH SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

KEDUDUKAN PEREMPUAN MUSLIMAH SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

Sofia Fahrany, S.Sos.I., MA
Lecture of As-Syafi’iyah Islamic University

JAKARTA :
Kedudukan perempuan muslimah itu perlu dilakukan agar tercipta pribadi yang baik bagi setiap muslimah sesuai dengan nilai- nilai ajaran Islam. Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin, dan Allah SWT senantiasa berfirman irhamu man fil’ardh panggilan untuk laki-laki dan perempuan yang kaffah (menyeluruh) dan berlaku sepanjang masa. Islam mencakup seluruh aspek hidup manusia, dan menjawab tantangan zaman. Islam tidak membatasi aktivitas seorang perempuan di rumah selama mengantongi izin suami, dan selama tidak bersolek berlebihan dan memakai wewangian menggoda. Allah SWT memandang kedudukan yang sama bagi laki-laki dan perempuan. Sebagaimana dalam setiap firman Allah SWT selalu berseru “Wahai orang-orang yang beriman” untuk mukmin dan mukminat. Hakikat filosofi shalat berdoa dan kegiatan ibadah yang diawali dengan gerakan takbir, dan diakhiri gerakan shalat meliputi perkataan dan perbuatan, memiliki nilai-nilai kebaikan untuk kita internalisasi ke dalam akal pikiran (kognitif) hati kita (income) dan memiliki misi untuk kita laksanakan di antara ritual shalat ke pendorong tingkah laku baik ke luar menjadi muttaqin (outcome) bila dikerjakan dengan khusyu.’ dan berjamaah yang mempunyai pahala 27 kali lipat dari munfarid.

Kehidupan modern telah membuka banyak pintu bagi perempuan. Perempuan boleh keluar rumah ke sekolah, kampus, pasar dan lainnya. Muslimah mampu dalam segala hal yang tidak melanggar syariat Islam. Fokus pada tujuan penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana kedudukan perempuan muslimah dalam shalat berjamaah di Masjid, Kedua, mendeskripsikan bahwa dalam setiap firman Allah SWT, mengajak “Orang-orang yang beriman tidak memandang laki-laki atau perempuan, Ketiga, Perempuan juga bisa menjadi imamah bagi makmum perempuan. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, subyek penelitiannya menggunakan purpose sampling, teknik pengumpulan data, observasi pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan tekhnik hasil yang didapat dari hasi penelitian ini adalah pembentukan kepribadian muslimah pada aspek pengetahuan melalui pembelajaran kitab Fiqih Sunnah, Hathab Ar-Rua’aini, Mawahib Al-Jalil, Al-Mawardi-Al-Kabir, An-Nawari, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab.
Kata kunci: Perempuan Muslimah, Shalat Berjamaah di Masjid, Nilai Ketaqwaan.

Views: 23

Halaman: 1 2 3 4 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 150
  • 115
  • 274
  • 239
  • 1,615
  • 4,705
  • 81,928
  • 81,928
  • 156,715
  • 30
  • 4,990
  • 271