Beranda / KOLOM / KEDUDUKAN PEREMPUAN MUSLIMAH SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

KEDUDUKAN PEREMPUAN MUSLIMAH SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

PENDAHULUAN

Kekhusyu’an dalam setiap gerakan shalat sangatlah penting karena dapat menghadirkan Allah SWT ke dalam diri kita dan membentuk jiwa yang tenang (nafsulmuthmainnah). Pada dasarnya tentang manusia dalam Al-Qur’an menggunakan tiga nama yaitu, 1. Insan, 2. Basyar, 3. Bani Adam, Insan, artinya jinak, harmoni, nampak, Basyar berarti pengetahuannya hanya terbatas pada informasi yang Allah berikan melalui wahyu, jadi tidak mengetahui data sejarah masa lalu, tidak terlihat dan hal-hal yang ghaib. Manusia diciptakan Allah dalam keadaan sempurna, diilhami oleh kebaikan dan keburukan, supaya menjadi dorongan untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim itu yang meningkatkan keimanan menggapai ketakwaan merekalah ahlu surga, yang mendirikan shalat pada kedua penghujung siang (pagi dan petang) dan sebagian malam, sesungguhnya amalan-amalan yang baik itu dapat menghapus perbuatan-perbuatan yang buruk. Shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna sesuai syarat dan rukunnya, akan melahirkan sikap moral takwa yang tinggi., berikut penelitian ini akan membahas tentang Perempuan Muslimah, Shalat Berjamaah, dan Keutamaan, Menggapai Nilai Ketaqwaan.

B.1 Perempuan Muslimah
Perempuan muslimah tumbuh dalam keimanan dan menebarkan aroma kebaikan kepada orang di sekitarnya, semoga perempuan muslimah senantiasa tumbuh dan mekar dalam iman menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dan mendapatkan berkah dari Allah SWT dalam setiap langkah dalam kehdupannya. Menurut Wikipoedia, Muslimah adalah sebutan bagi perempuan beriman dalam ajaran Islam. Madzhab fiqih secara umum menetapkan batas aurat bagi muslimah yaitu, seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Muslimah diwajibkan dalam ajaran Islam untuk mengenakan busana muslim yang tidak menampakkan aurat dan lekuk tubuhnya.

B.2 Shalat Berjamaah dan Keutamaannya
Rasulullah SAW bersabda” menyempurnakan wudhu ketika dalam keadaan sulit, memperbanyak langkah menuju masjid (untuk shalat jamaah), dan menunggu shalat sesudah selesai mengerjakan shalat yang demikian itu adalah perjuangan dan perjuangan” HR. Muslim. “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu untuk menunaikan shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berihram untuk melaksanakan haji” HR Abu Daud, Dihasankan oleh Syeikh Al-Bani. Dalam menjalan shalat dibutuhkan kekhusyuan shalat dapat dapat diperoleh dengan menghayati dan memahami arti kandungan makna bacaan Shalat. Shalat merupakan kewajiban semua manusia beriman untuk menggapai ketakwaan. Manusia dilahirkan dalam keadan fitrah atau suci, dan merupakan miniatur dari desain kejiwaan yang sempurna dari keajaiban alam ciptaan Allah SWT. Manusia bisa berpikir, merasa dan berkehendak,, bisa juga merespon dan mengambil kesimpulan. Konsep takwa bagi insan muttaqin adalah bila mencintai Allah maka manusia akan menjalankan ajaran Allah, khususnya shalat perintah Allah SWT.

B.3 Menggapai Nilai Ketakwaan
Keutamaan shalat adalah akan membentuk hati yang tenang (nafsulmuthmainnah), menjadi penyelamat dan penolong, dan menjadi benteng yang mencegah diri manusia dari perbuatan keji dan munkar sebagaimana firman Allah SWT di surat Al-Ankabut ayat 45 “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikannlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”, mendapatkan cucuran rahmat dan rasa cinta yang dalam dari Allah SWT, shalat adalah tiang agama dan agama hanya bisa berdiri tegak dengannya. Shalat juga akan menjadikan manusia lebih taqarrub (dekat) dan cinta dalam menjalin hubungan dengan Allah SWT, sesuai firmannya “Orang-orang yang memelihara shalat mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” Al-Mu’minun ayat 9-11. Meninggalkan shalat karena mengingkarinya adalah kekafiran dan murtad dari agama Islam menurut ijmak umat Islam. Adapun orang yang meninggalkannya karena malas atau lantaran sibuk dengan sesuatu yang tidak dianggap uzur oleh agama, tapi masih mengimani dan meyakini kewajibannya, maka akan masuk neraka seperti Allah berfirman dalam Surat Al-Ma’un ayat 4 “maka celakalah (neraka wail) bagi yang melalaikan shalatnya”.

Views: 23

Halaman: 1 2 3 4 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 162
  • 124
  • 274
  • 239
  • 1,627
  • 4,717
  • 81,940
  • 81,940
  • 156,724
  • 30
  • 4,990
  • 271