Beranda / SYIAR HIJRAH / Nasihat Lukmanul Hakim dalam Ihya Ulumuddin Al-Ghazali: 3 Kelemahan Saat Jatuh Miskin

Nasihat Lukmanul Hakim dalam Ihya Ulumuddin Al-Ghazali: 3 Kelemahan Saat Jatuh Miskin

Bahaya Kerapuhan Iman, Akal, dan Harga Diri Akibat Himpitan Ekonomi yang Tidak Disikapi dengan Qanaah

Oleh: Dr. H. M. Suaidi, M.Ag.

Terdapat tiga kelemahan utama yang berisiko menimpa seseorang yang jatuh miskin atau fakir.

Lukmanul Hakim berkata: “Wahai anakku, cukupkan dirimu dengan penghasilan yang halal agar terhindar dari kemiskinan. Karena tidaklah seseorang jatuh miskin kecuali dia akan mengalami tiga hal:
ูก. ุฑูู‚ูŽู‘ุฉูŒ ูููŠ ุฏููŠู†ูู‡ู
ูข. ุถูŽุนู’ููŒ ูููŠ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ู
ูฃ. ุฐูู‡ูŽุงุจู ู…ูุฑููˆุกูŽุชูู‡ู

Dampak dari ketiga hal ini, orang-orang akan meremehkannya.”

Tiga Dampak Buruk Kemiskinan bagi Seseorang

  1. Lemah dalam Agamanya (ุฑู‚ุฉ ููŠ ุฏูŠู†ู‡)
    Tekanan ekonomi dan kesulitan hidup yang mendesak berisiko membuat keteguhan iman seseorang goyah. Dalam kondisi terhimpit, seseorang rentan tergoda untuk melakukan hal-hal yang melanggar syariat demi memenuhi kebutuhan isi perutnya, seperti berbohong, memanipulasi, hingga menerima uang yang tidak halal.
  2. Lemah Akal Pikirannya (ุถุนู ููŠ ุนู‚ู„ู‡)
    Beban pikiran akibat kemiskinan membuat seseorang sulit untuk berpikir jernih, tenang, dan matang. Fokus hidupnya tersita hanya untuk memikirkan cara bertahan hidup hari demi hari, sehingga fungsi nalarnya melemah dan cenderung mengambil keputusan yang sempit atau kurang bijak.
  3. Hilang Kehormatan/Harga Dirinya (ุฐู‡ุงุจ ู…ุฑูˆุกุชู‡)
    Kemiskinan yang tidak disikapi dengan rasa cukup (qana’ah) kerap memaksa seseorang untuk merendahkan diri di hadapan makhluk lain, misalnya dengan meminta-minta, mengemis, atau bersikap menjilat demi mendapatkan materi. Hal ini mengikis wibawa dan kehormatan diri (muru’ah) yang seharusnya dijaga.

Konsekuensi Sosial Akibat Kemiskinan

Bahaya Tambahan Terbesar:
Selain ketiga perkara di atas, Lukmanul Hakim menegaskan dampak sosial yang jauh lebih menyakitkan bagi orang miskin, yaitu diremehkan, dipandang sebelah mata, atau dikucilkan oleh masyarakat sekitar (ุงุณุชุฎูุฉ ู†ุณุจู‡). Karena itulah, beliau sangat mendorong putranya untuk mandiri secara ekonomi dan giat mencari nafkah melalui jalan yang halal.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…

*****


Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN โ€“ Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!

anwi/ wi/ nf/ 061126: anugrah

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oleh: Dr. H. M. Suadi, M.Ag. Syaikh Ibnu Athaโ€™illah As-Sakandari menegaskan: ุฃูŽุฑูุญู’ ู†ูŽูู’ุณูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฏู’ุจููŠู’ุฑู ููŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู…ูŽ ุจูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑููƒูŽ ุนูŽู†ู’ูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูŽู‚ูู…ู’ ุจูู‡ู ู„ูู†ูŽูู’ุณููƒูŽ “Istirahatkan dirimu dari tadbir (pengaturan). Maka,...

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 0
  • 0
  • 80
  • 50
  • 868
  • 8,795
  • 88,476
  • 88,476
  • 162,156
  • 0
  • 5,086
  • 272