Analisis Langkah Senyap Istana Melakukan Pembersihan Internal dan Konsolidasi Koalisi demi Menjaga Kedaulatan Negara

WARTA IDAMAN

Oleh: Dr. Mukhtadi *)
muhelharry@gmail.com
Strategi Pak Prabowo pasca penyadapan nyaris mirip Pak Soeharto. Bedanya, Pak Prabowo sepertinya lebih hati-hati kepada oknum misteri di balik layar, sedangkan Soeharto langsung mengkarantina Soekarno. Kedua strategi itu bisa dipahami. Soeharto langsung mengkarantina Soekarno karena saat itu ancamannya sudah nyawa, sedangkan Prabowo sampai hampir seminggu belum mengumumkan siapa aktor di balik layar, bahkan secara berani Kapolri menyatakan diduga ada aktor dari negara tetangga.
Di era Soekarno pun tentu ada aktor negara lain, tapi sampai saat ini tidak ada keterangan resmi tentang keterlibatan negara tetangga.
Tentu Pemerintah sudah mengantisipasi serangan balik. Di era digital, tentunya Kominfo harus lebih berperan. Sayangnya, kejadian ini pun Kominfo tidak bersuara.
Strategi Presiden Prabowo Subianto pasca-terungkapnya skandal penyadapan ilegal oleh kelompok mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berfokus pada hukum murni (judicial approach) untuk meredam kegaduhan politik, pembersihan (bersih-bersih) internal pertahanan-keamanan, dan konsolidasi kekuasaan guna mengantisipasi serangan balik. Istana mengategorikan skandal penyadapan ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan negara yang berpotensi mengarah pada tindakan makar. 1, 2, 3, 4, 5
Berikut adalah taktik dan strategi berlapis yang diterapkan oleh pihak Presiden Prabowo dalam menghadapi potensi serangan balik dari jaringan yang terlibat:
STRATEGI HUKUM TEGAS DAN TERBUKA (JUDICIAL DEFENSE)
Presiden Prabowo memilih untuk menguji kasus ini langsung di jalur hukum positif ketimbang menyelesaikannya lewat kompromi atau sekadar retorika politik. 1
Perintah Pengusutan Tanpa Pandang Bulu: Prabowo langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mengusut kasus ini secara transparan, objektif, dan tuntas. Dampaknya, Bareskrim Polri bergerak cepat menetapkan empat perwira tinggi sebagai tersangka, termasuk Listyo Sigit Prabowo. 1, 2, 3, 4
Pengamanan Alat Bukti Digital: Investigasi berfokus penuh pada pemulihan data forensik dari server Lawful Interception Management System (LIMS) serta penyitaan belasan perangkat elektronik untuk memetakan ke mana saja aliran informasi hasil sadapan tersebut bermuara. 1, 2
“BERSIH-BERSIH” DAN MUTASI SKALA BESAR DI TUBUH POLRI
Untuk menahan potensi sabotase internal maupun serangan balik vertikal dari bawahan yang masih loyal kepada rezim lama, dilakukan normalisasi hierarki kepolisian. 1, 2
Mutasi Ratusan Perwira: Kapolri Jenderal Suyudi melakukan mutasi besar-besaran terhadap sekitar 540 perwira (tingkat Kombes ke atas hingga Jenderal). Langkah ini efektif memotong rantai komando, pengaruh, serta afiliasi jaringan kelompok tersangka di internal Korps Bhayangkara. 1
Pemberhentian Langsung di Ring 1: Prabowo dengan cepat menandatangani Keppres pemberhentian Listyo Sigit dari posisinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) demi mensterilkan lingkungan Istana dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas. 1, 2
PENINGKATAN SISTEM PROTEKSI SIBER DAN INTELIJEN
Pasca-kasus ini mencuat, Istana memperketat keamanan informasi yang diklasifikasikan sangat rahasia. 1, 2
Pelibatan BIN secara Intensif: Kepala BIN Muhammad Herindra secara khusus menghadap Presiden untuk mempertebal proteksi pertahanan siber. Fokus utama difokuskan pada pembersihan perangkat komunikasi (antisipasi spyware) serta penataan ulang tata cara koordinasi strategis negara agar tidak bocor.
Penyusunan SOP Baru: Pemerintah bersama jajaran terkait mengevaluasi regulasi penyadapan agar memiliki sistem alarm dan verifikasi berlapis, memastikan fasilitas negara tidak lagi dapat diselewengkan untuk kepentingan politik personal atau kelompok. 1, 2, 3, 4
KONSOLIDASI KOALISI POLITIK DAN ANTISIPASI MANUVER SIDANG
Terdapat kekhawatiran dari pengamat bahwa pihak tersangka akan melancarkan serangan balik di persidangan dengan meminta seluruh rekaman percakapan tokoh-tokoh negara dibuka demi mengalihkan isu. Menghadapi potensi guncangan politik tersebut, Istana menempuh jalur komunikasi makro: 1
Komunikasi Lintas Parpol: Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan sinyal adanya langkah konsolidasi politik antar-partai koalisi. Hal ini dirancang guna memastikan stabilitas pemerintahan di parlemen tetap solid di tengah dinamika isu liar yang berkembang. 1, 2
Secara keseluruhan, Prabowo memilih menanggapi krisis ini bukan dengan konfrontasi politik terbuka yang gaduh, melainkan dengan pembersihan internal struktural secara senyap namun mematikan, bersandar penuh pada legalitas hukum pidana untuk mengunci pergerakan aktor-aktor yang terlibat. 1, 2
Keterangan: *)
* Pemerhati Masalah Sosial
* Penemu Sistem Demokrasi Pancasila Non-Partai
* Pendiri Partai Indonesia Bersatu (PIB)
* Pendiri Ukhuwah Islamiyah Indonesia (UII)
* Inisiator Ukhuwah Islamiyah Dunia / Persatuan Umat Islam se-Dunia
* Ketum Pembela Prabowo dari Pengaruh Negatif (P3N)
* Dosen
*****
Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN โ Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Milad ke-15 PJMI, Ustaz Bachtiar Nasir Harapkan Peran Nyata Jurnalis Muslim Jaga Nurani
- Putra Gara Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-15 Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia
- Gagal Pulangkan 95 Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri
- Bakomubin Kecam Tindakan Aparat di Pesantren, Tuntut Kapolda Jateng Dicopot
- PB Al Washliyah Tunggu Sikap Tegas Kapolri Terhadap Kasus Geledah Ponpes Penghafal Al-Qurโan
- PUISI: โSADAPโ
- Wamensos Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional, PWI Diminta Segera Lengkapi Persyaratan
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- PB Al Washliyah Resmikan Sekolah Sepak Bola Washliyah Football Academy
- Rekam Jejak Iwan Samariansyah: Dari Jurnalis Senior hingga Menjadi Pilar Historis PJMI
- Pesan dan Kesan untuk PJMI di Usia ke-15
- Kiprah Mohammad Anthoni di Fase Sunyi: Merajut Ukhuwah dan Akar Sejarah PJMI
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

anwi/ wi/ nf/ 081126: anugrah
Views: 0




















