Beranda / SYIAR HIJRAH / Bolehkah mengubah lafadz doa dari Al Qur’an dari mufrad ke jamak?

Bolehkah mengubah lafadz doa dari Al Qur’an dari mufrad ke jamak?

Dari Stauban RA berkata ، Rasululloh SAW bersabda :

Tidak boleh seorang hamba mengimami doa lalu mengkhususkan dirinya tanpa menyertakan para makmum. Maka kalau dia melakukan itu berarti dia mengkhianati mereka (H.R. Turmudzi : 357).

Berdasarkan hadits ini, maka tidak boleh orang yang menjadi imam dalam berdoa membaca lafadz mufrod atau dlomir mufrod (mutakallim wahdahu). Oleh karena itu para ulama membolehkan pembacaan doa ma’tsur dalam Al-Qur’an dengan mengubah lafadz mufrod menjadi jamak atau dlomir mutakallim wahdahu menjadi dlomir mutakallim ma’al ghoir.

Akan tetapi supaya tidak termasuk kategori merubah Al-Qur’an, maka supaya diniati sedang membaca doa bukan sedang tilawatil-Qur’an. Hal itu sama dengan orang yang punya hadast besar (janabat) diperbolehkan membaca shighot basmalah ketika memulai makan dan menbaca shighot hamdalah ketika selesai makan, dengan diniati membaca dzikir bukan membaca Al-Qur’an.

والله اعلم

 *****

*anwi/ wi/ nf/ 100226

Views: 39

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 17
  • 15
  • 279
  • 238
  • 1,389
  • 4,704
  • 81,521
  • 81,521
  • 156,376
  • 41
  • 4,980
  • 271