Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Kalimantan Selatan: Gelap di Lumbung Energi
- KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI
- PANDUAN SAINS DAN REGULASI CUACA SERTA ARUS LAUT BAGI NAKHODA
- Musrenbang tidak Hanya Sekadar Ritual: Menagih Hak Rakyat Miskin atas Anggaran Negara
- MENERAPKAN PANCA CINTA DALAM KURIKULUM MERDEKA
- Bulan Dana PMI: Antara Kesukarelaan dan Kewajiban
Ketika Kompensasi Tak Menjawab Persoalan
PLN memang telah meminta maaf secara terbuka dan menyiapkan kompensasi bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar. Tetapi kompensasi finansial tidak mengganti jam belajar anak sekolah yang terputus, tidak menyalakan kembali kulkas pedagang kecil, dan tidak memulihkan kepercayaan publik yang sudah retak. Ketika sejumlah kalangan, termasuk klinik hukum di perguruan tinggi lokal, mulai mempertimbangkan gugatan class action, itu pertanda bahwa kesabaran masyarakat sedang mendekati batasnya.
Ada pertanyaan struktural yang lebih penting untuk diajukan: mengapa provinsi yang menjadi penyangga energi nasional justru memiliki sistem kelistrikan lokal yang begitu rentan terhadap gangguan di satu-dua pembangkit swasta? Ketergantungan pada segelintir independent power producer tanpa margin cadangan yang memadai adalah persoalan tata kelola, bukan sekadar nasib buruk teknis. Batu bara dari tambang-tambang di Kalimantan Selatan mengalir ke pembangkit di Jawa, ke pelabuhan ekspor, ke jaringan interkoneksi yang menerangi wilayah lain, sementara jaringan distribusi di halaman belakangnya sendiri dibiarkan setipis kertas, mudah loyo begitu satu pembangkit mitra bermasalah.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Danrem 072/Pamungkas Buka Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI
- Sambut Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Fauzi Amro : Prudent dan Paham Fiskal
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
- Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Jakbar Siapkan 9 Posko Kesehatan untuk Layani Masyarakat
- ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Instansi Terkait Cari Pewarta Foto Hilang Kontak
Keadilan Energi yang Belum Selesai
Persoalan ini sesungguhnya bukan cerita baru dalam wajah pembangunan Indonesia: daerah penghasil sumber daya sering kali menjadi pihak yang paling akhir menikmati manfaat dari sumber daya itu sendiri. Yang membedakan Kalimantan Selatan hari ini adalah skalanya, pemadaman yang berlangsung berbulan-bulan, menjangkau kota besar sekaligus kabupaten, dan berulang hampir setiap pekan, di provinsi yang justru menjadi penopang ketahanan energi nasional.
Beberapa langkah mendesak layak dipertimbangkan. Pertama, PLN dan pemerintah daerah perlu mewajibkan margin cadangan yang jelas bagi pembangkit swasta yang berkontrak sebagai pemasok, disertai sanksi tegas dan transparan bila standar pemeliharaan tidak dipenuhi. Kedua, investasi pada penguatan jaringan distribusi lokal Kalimantan Selatan semestinya sepadan dengan kontribusinya terhadap pasokan energi nasional, bukan sekadar mengikuti sisa anggaran setelah kebutuhan wilayah lain terpenuhi.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri

Views: 1






















