
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- MENERAPKAN PANCA CINTA DALAM KURIKULUM MERDEKA
- Bulan Dana PMI: Antara Kesukarelaan dan Kewajiban
- Sekjen Al Jam’iyatul Washliyah Prof.DR.H.Saifuddin Herlambang S.Ag.,MA,: Alwashliyah Organisasi Perekat
- 100 Hari Pertama KH Abdul Hakim Mahfudz Sebagai Ketua Umum PBNU: Strategi Pembenahan Internal Organisasi dalam Perspektif Komunikasi Politik
- Emang Betawi bisa Maju?
- TIDAK SEMUA YANG DIAM ITU TIDAK TAHU
Simposium ke-60 ini mendapat apresiasi karena membawa KAHMI kembali ke khittah sebagai think-tank kebangsaan, seperti tradisi KAHMI yang sebelumnya melahirkan Piagam IKN dan Deklarasi Nusantara sebagai rekomendasi resmi kepada Presiden.
Semangat simposium menunjukkan kemajuan membangun kolaborasi untuk terus berkonstribusi untuk kemandirian dan kemajuan bangsa menuju Indonesia adil makmur sejahtera berdaulat. Mendukung penuh program Astacita serta tetap kritis terhadap pemberantasan korupsi.
Catatan kritis yang muncul dari peserta:
Dari Rekomendasi ke Aksi. Tantangan terbesar 60 tahun KAHMI adalah eksekusi. Tanpa satgas pengawalan di DPR/MPR dan indikator terukur, dokumen simposium berpotensi menjadi arsip seremoni. Forum menitipkan amanat kepada ketua MPR untuk mengawal menjalankan amanat hasil simposium.
Simposium ditutup dengan komitmen menjaga semangat kritis yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, sesuai pesan Anggaran Dasar KAHMI.
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri

Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com
*sesa/ pjmi/ wi/ 110926
Views: 0























