Beranda / KOLOM / AKTIVIS

AKTIVIS

Ditulis Dalam Rangka Memperingati Ulang Tahun Perak/Ke-25 INDEMO

Oleh Indra Adil
Eksponen PKM IPB 77/78

 PROLOG

Aktivis Kemasyarakatan adalah label yang kini menjadi Kebanggaan bagi sebagian besar Aktivis di Era Milenial ini.

Di era Orde Baru, label Aktivis lebih dikonotasikan sebagai Aktivis Mahasiswa, dan ini tentu saja karena kata Aktivis Mahasiswa lebih mengacu kepada Aktivis Kemahasiswaan yang dipelopori oleh Angkatan ’66.

Saat itu kata Aktivis cenderung diberikan kepada Mahasiswa, baik kepada Angkatan 66, Angkatan Malari, Angkatan 77/78, Angkatan 80 maupun Angkatan 98 atau Angkatan Reformasi.

Sejak era Milenial belum ada lagi label Aktivis Mahasiswa diberikan kepada Mahasiswa setelahnya.

Kini hampir bisa dikatakan bahwa Aktivis Mahasiswa sudah Kehilangan Momentum, artinya tidak akan ada lagi Mahasiswa yang menjadi Aktivis.

Label Aktivis kini diterakan kepada Masyarakat, dengan nama Aktivis Kemasyarakatan.

Tampaknya hal ini diakibatkan oleh tidak munculnya Aktivis Mahasiswa, sementara mantan mahasiswa yang dulu menjadi Aktivis belum rela untuk meninggalkan label Aktivisnya diakibatkan belum merasa sampai pada Tujuan Ideal Aktivitasnya dulu.

Artinya kekosongan dunia Aktivis Mahasiswa saat ini diisi oleh mantan-mantan Aktivis Mahasiswa yang pernah berjaya di eranya.

Mantan-mantan Aktivis Mahasiswa tersebut menyalurkan Sikap Kritis Mereka melalui sikap-sikap Kritis Kemasyarakatan yang melingkupi dunia mereka saat ini.

Bila kita perhatikan Aktivis-aktivis Kemasyarakatan yang mendominasi Dunia Aktivis saat ini, sebagian terbesar adalah Mantan-mantan Aktivis Mahasiswa di era sebelum Milenial.

Bahkan bila kita wawancarai Kelompok Aktivis Emak-emak yang sangat Agresif ikut Demonstrasi, yang kini sudah menasional, sebagian besar adalah mantan Aktivis Mahasiswa di eranya pula.

Begitupun para kakek-kakek dan nenek-nenek di UI WATCH, yang bertekad mengembalikan Kampus UI sebagai Kampus Perjuangan.

Bagi mereka tak ada istirahat bagi Pejuang Keadilan dari Kampus Kuning.

Mereka beralasan bahwa Anak-anak Muda saat ini termasuk Mahasiswa, tidak memiliki “sense of belonging” terhadap Bangsa dan Negara.

Dan ini sesungguhnya adalah akibat Pendidikan yang diberikan oleh Rezim Reformasi yang dilahirkan oleh Angkatan Mahasiswa sebelumnya, yang telah MEMBONGKAR HABIS UUD 45 menjadi UUD 45 PALSU. Tentu saja hal itu adalah Akibat Reformasi yang KEBABLASAN.

Views: 16

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 137
  • 128
  • 241
  • 217
  • 1,552
  • 13,332
  • 77,821
  • 77,821
  • 153,187
  • 25
  • 4,868
  • 270