Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur, Enam Pelimpahan Terindikasi Bermasalah
- Al Washliyah Gelar Seminar Internasional Haji dan Umroh Didahului Pelantikan Pimpinan UNIVA Medan
- Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
- 15 Negara Hadir di IICF 5th, 3.500 Penari Siap Guncang Ancol dengan Semarak Jali-Jali
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
7. Aktivis Figuran.
Aktivis Figuran adalah Komunitas Aktivis Terbesar yang terbentuk selama ini. Jangan abaikan.
Mereka bukan masyarakat kebanyakan.
Mereka juga memiliki Idealisme dan pendapat sendiri dalam berpolitik dan bermasyarakat.
Mereka bukan Figuran sebagaimana Figuran di dalam Film Layar Lebar atau Sinetron, yang berperan satu kali lalu mati.
Di antara mereka, meski biasanya mereka memiliki Panutan masing-masing, juga cukup banyak individu-individu Independen yang mampu berpendapat sendiri berlepas dari Pendapat Panutannya. Terutama pada saat mereka berkumpul dengan Komunitas Aktivis berbeda Kelompok, bahkan mereka kadang mampu Eksis di Komunitas lain dengan Pendapat cukup berlian.
Aktivis Figuran ini di dalam setiap Komunitas tetap merupakan jumlah Terbanyak, tetapi secara faktual tetap juga memiliki prinsip “Independen”.
Komunikasi di antara Aktivis Independen beda Kelompok juga sering terjadi yang bisa membentuk Kolaborasi Saling Menguntungkan. Yang cukup menarik, beberapa orang dari Aktivis Figuran yang berbeda Kelompok membuat Kelompok WAG tersendiri dan kemudian berkembang bersama.
Dengan demikian bertambah pulalah jumlah Aktivis Figuran tertentu yang terus membengkak sesuai minat masing-masing.
Sementara di kalangan Aktivis Bisnis Media Online, berkembang pesat Pemirsa yang mengikuti Siaran-siaran TV, You Tube, Instagram, Twitter, Telegram dan lain-lainnya.
Ledakan Pemirsa ini memacu juga jumlah Aktifis Figuran yang lahir sehingga lama kelamaan Aktivis Figuran Baru bahkan jauh melampaui jumlah Aktifis Figuran sebelumnya, maka pada ujungnya Terbentuk Aktivis Kemasyarakatan Baru yang memiliki jumlah jutaan orang dengan Kekuatan (Powerful) di atas semua Tipe Aktivis yang ada.
Itulah yang kini dikenal sebagai _NETIZEN_ , yang memiliki Motto : _”No Viral No Justice”._
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Rumah Zakat dan PLN IP UBP Kamojang Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk MCK Darurat di Manggarai Timur, NTT
- Fasli Jalal Harap PKBM Merangkul Anak Putus Sekolah, Korban Bullying, hingga Pekerja Anak melalui Pendidikan Berbasis Teknologi
- Anugrah Widhy, S.Fil.I., Gr.: Disiplin dan Hormat pada Guru Itu Keren
- ICMI Muda DKI Jakarta Gelar Rakerwil 2026, Cendekia Muda Rumuskan Gagasan Menuju Jakarta 500 Tahun
- Bawa Semangat ‘Halal to Hasan’, AFSI Gelar Impact Connect 2026 dan Lantik Pengurus Baru
- Azis Khafia: Fahmi Tamami Milad ke-19, Sinergi Seni dan Dakwah di Tengah Arus Hoaks
8. Aktivis Selebritis.
Aktivis tipe ini tidak banyak jumlahnya.
Aktifis Seleb sesungguhnya mantan Aktivis Mahasiswa yang telah mapan hidupnya, memiliki pekerjaan yang juga mapan secara finansial tetapi sekali-sekali ingin muncul sebagai Aktivis.
Biasanya kemunculannya di saat-saat sedang ada Seminar atau Diskusi dan ia muncul sebagai Narasumber yang terlibat di dalam Diskusi bersangkutan.
Pabila kemunculannya sebagai Narasumber adalah atas permintaannya sendiri, bisa dipastikan Biaya Seminar/Diskusi keluar dari kantongnya, setidaknya sebagian.
Bila kehadirannya atas permintaan Panitia, ada kemungkinan dia memang Ahli atau Profesional, tetapi tetap saja dia disebut Aktivis Selebritis karena kemunculannya hanya pada saat-saat tertentu.
>>> ke Halaman 8
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur, Enam Pelimpahan Terindikasi Bermasalah
- Al Washliyah Gelar Seminar Internasional Haji dan Umroh Didahului Pelantikan Pimpinan UNIVA Medan
- Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
- 15 Negara Hadir di IICF 5th, 3.500 Penari Siap Guncang Ancol dengan Semarak Jali-Jali
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
Views: 16























