Beranda / KOLOM / AKTIVIS

AKTIVIS

Aktivis tipe ini termasuk cukup banyak jumlahnya, meskipun setiap Aktivis memiliki Kemampuan Pengorganisasian Demo yang berbeda-beda, tergantung Pengalaman masing-masing.

Demo dengan Jumlah Besar dibanding Demo dengan Jumlah Kecil sudah Pasti berbeda dari Sudut Apa pun.

Lalu apa Tugas Aktivis Praktisi Murni?

Di sini uniknya Dunia Aktivis (baru satu nih ye?).

Aktivis Praktisi Murni Profesional cukup banyak, tapi bila diperlukan Demo dengan jumlah yang puluhan ribu, maka akan bermunculan Aktivis Aktivis Praktisi Murni Baru dari kalangan mereka sendiri, tanpa ada Persiapan untuk melatih mereka menjalankan Tugas Aktivis Praktisi.

Tugas Aktivis Praktisi yang terutama adalah sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) yang mengendalikan Demonstrasi.

Dan ini bisa berjenjang. Artinya Korlap juga bertingkat-tingkat.

Sebetulnya bukan Tingkat atau Jenjang seperti yang kita kenal dalam Birokrasi atau Organisasi.

Tugas Korlap itu lebih ditujukan pada Pengatur Arah dan Tujuan Kelompok Demonstran yang dipimpinnya, bila Demo diarahkan pada Beberapa Tempat.

Tetapi bila Demontrasi hanya Menuju 1 Tempat, maka Tugas Korlap menjadi lebih ringan, karena mereka hanya fokus pada Kelompok dalam Satu Komunitas yang sama, yang mungkin dibagi menurut Profesi Pekerjaan masing-masing.

Misal Buruh Pabrik Mobil atau Motor dipimpin oleh Korlap masing-masing, Buruh Pabrik Obat punya Korlap sendiri, begitu seterusnya.

Dan Peran Aktivis di sini lebih kepada Supervisi, Mengatur Ritme dan Menumbuhkan Aura Tajam pada Suasana Demo.

Tentu saja sebelumnya sudah ada Komunikasi yang Intens di antara Buruh dengan Kalangan Aktivis.

Biasanya Demonstrasi yang Sempurna, atau mencapai Tujuan adalah Kolaborasi antara Aktivis Idealis dengan Aktivis Praktisi.

Sempurna belum tentu berarti Sukses karena Sukses lebih ditentukan oleh Tanggapan Balik dari Pihak yang di Demo.

BACA JUGA:

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_

3. Gabungan Aktivis Idealis dengan Aktivis Praktisi.

Tentu saja Karakter Aktivis seperti ini cukup Langka.

Ini adalah Karakter yang bukan saja membutuhkan Kecerdasan dan Keberanian, tetapi juga sekaligus Kemampuan Manajemen.

Anda bukan saja harus Cerdas, Pintar dan Paham Manajemen.

Tetapi anda juga harus Pintar Gaul, artinya disukai banyak Aktivis dalam Pergaulan.

Dan satu hal lagi yang penting, anda Wajib memiliki Kharisma, sesuatu yang datang dari Pencipta.

Tentu saja tidak setiap Aktivis memiliki Aura Kharismatik.

Di dalam kategori ini di samping seorang Aktifis dituntut Keandalan Idealismenya, ia juga dituntut Kemampuan Membuat Skenario Demonstrasi secara terukur, menentukan kendala yg mungkin terjadi dan tidak kalah penting mampu mengumpulkan Peserta Demo yang jumlahnya signifikan dengan Skala Demo yang diinginkan.

Almarhum Rizal Ramli dan Farid R Faqih bisa dimasukkan ke dalam kategori Aktifis tipe ini.

Ada cukup, meski tidak banyak, Tokoh Aktivis Kemasyarakatan lagi yang bisa dimasukkan Kategori ini dan Masih Berkibar sampai saat ini di Komunitas mereka masing-masing dengan Semangat Perjuangan yang sama.

Tetapi perlu dipahami, Tokoh-tokoh Aktivis tidak hanya bergulat di sekitar Jakarta, Bogor dan Bandung saja, tidak sedikit Tokoh-tokoh Aktivis dari sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi dan Tangerang, juga di luar Jawa seperti Makasar, Palembang dan Medan.

4. Aktifis Nostalgis

Aktifis Nostalgis adalah Mantan Aktifis Mahasiswa yang masih belum rela meninggalkan Dunia Aktivis.

Mereka masih suka berkumpul dengan sesama Mantan Aktivis Mahasiswa di eranya dan masih menyumbangkan Pemikiran-pemikiran yang Konstruktif untuk Bangsa dan Negara melalui Diskusi-diskusi ataupun Tulisan-tulisan yang kritis, artinya mereka tetap Kritis.

Meskipun, Hasil Diskusi Non Formal tersebut kadang ditulis di dalam Grup WA saja, dan dampaknya terhadap Kontribusi Bangsa bisa dikatakan tidak ada.

Tetapi bukankah banyak ide yang lahir dari Diskusi-diskusi Besar Formal pun juga tidak punya Kontribusi pada perkembangan Bangsa?

Aktivis Nostalgis ini bahkan kadang turut hadir dalam Pertemuan Pertemuan Aktifis Kemasyarakatan Formal meskipun lebih kepada Kehadiran saja, untuk sekedar Bernostalgia.

Aktifis Nostalgis ini tidak memerlukan Kelompok Formal, tetapi tetap memerlukan WAG untuk mempertahankan Gelar Aktivisnya.

Begitu berartinya bagi para mantan Aktivis Mahasiswa ini label Aktivis sehingga WAG-nya pun cukup banyak yang mewakili Kelompok Aktivis Kemasyarakatan Nostalgis.

Mungkin di seluruh Indonesia ada Puluhan Kelompok Aktivis Kemasyarakatan Nostalgis yang Eksis.

Bayangkan setelah Era Gerakan Mahasiswa ’66 berapa banyak Angkatan Aktivis Mahasiswa tumbuh di setiap kota-kota di Indonesia.

Mulai dari Angkatan Malari, Angkatan 77/78, Angkatan 80 dan Angkatan 98.

Setidaknya kelompok Aktivis Nostalgis banyak bermunculan di kota-kota Pendidikan seperti Banda Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Jogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang dan Makasar.

Views: 16

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 138
  • 129
  • 241
  • 217
  • 1,553
  • 13,333
  • 77,822
  • 77,822
  • 153,188
  • 25
  • 4,868
  • 270