Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Prihatin Karhutla Berkepanjangan, DPW KalSel & DPD Partai Ummat Banjarbaru Salurkan Voucher BBM dan Logistik untuk Relawan
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR
6. Aktivis Bisnis.
Bisnis Aktivis jangan disamakan dengan bisnis pada umumnya. Bila seorang Aktivis bikin Perusahaan, atau Konsultan yang tidak berkaitan dengan Dunia Sosial Kemasyarakatan, maka dia termasuk Bisnisman biasa pada umumnya, bukan Bisnis Aktivis dan dia bukan Aktivis Bisnis. Aktivis Bisnis itu membuat Bisnis yang berkaitan dengan Dunia Aktivis.
6.1. Bisnis Aktivis Biasa.
Bila dia bikin Lembaga, biasanya berkaitan dengan Lembaga Pengkajian Ekonomi atau Sosial atau Politik. Apabila di bidang Hukum, biasanya mereka membuat Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
Sementara yang lebih kreatif, membuat Lembaga Survei, yang dalam 2 Dekade belakangan ini banyak yang mengkonotasikan lembaga-lembaga tersebut sebagai Lembaga Survei Abal-Abal.
Kenapa demikian? Karena sebagian besar lembaga survei – lembaga survei yang ada ternyata menjadi lembaga-lembaga yang dibayar untuk membuat survei abal-abal untuk memenangkan Pihak Pemesan.
Akan tetapi apa pun motivasi mereka, mereka tetap masuk dalam Kategori Aktivis Bisnis.
Karena semua bisnis yang disebutkan di atas bisa dikategorikan sebagai Bisnis Aktivis.
6.2. Bisnis Aktivis Luar Biasa.
Dalam kategori Luar Biasa ini ada 2 bidang besar bisnis :
6.2.1. Bisnis Demonstrasi.
Ini bisnis yang menjadikan Demonstrasi sebagai Ladang Bisnis.
Tentu saja di sini sama sekali tidak dibutuhkan Idealisme.
Ini memang semata-mata bisnis yang bersifat “dagang”, Demonstrasi Bayaran kata kuncinya.
Tampaknya Demo berjenis kelamin ini baru lahir di sekitar akhir-akhir tahun 1980-an, karena Penulis Haqul Yaqin di era Akhir 1970-an hal seperti itu belum dikenal sama sekali.
Tetapi semua Keyakinan di atas tidak menutup kemungkinan lahirnya Bisnis Demo adalah di dekade 90-an, setidaknya di awal 1990.
Menarik bila ada Pegiat Media meneliti hal ini, karena bagaimana pun hal itu merupakan suatu fenomena unik dan cukup menarik untuk diselidik.
6.2.2. Bisnis Diskusi.
Bisnis Diskusi adalah Cara Cerdas menjadikan Diskusi sebagai Ladang Penghasilan.
Tema-tema diskusi Aktivis tidak ada habis-habisnya. Mulai dari Tema Politik, Hukum, Lingkungan Hidup, Desa, Miskin Kota, Transmigrasi, Hutan Lindung, Daerah Aliran Sungai, Mafia Keadilan, Mafia Tanah, Mafia Narkoba, Mafia Jabatan dan banyak lagi.
Sumber dana bisa dari Peserta, artinya berbayar. Tetapi tidak sedikit dengan cara Mencari Sponsor, baik Sponsor Tunggal maupun Sponsor berjamaah dan atau ada juga Sponsor per orangan.
Jangan salah paham, Pelaksanaan Diskusi atau Seminar ini tidak jarang pula dilakukan di Hotel-hotel Bintang 3 ataupun Bintang 4.
Bahkan untuk Tema Ekonomi Global mereka berani menyelenggarakan Diskusi/Seminar di Hotel Bintang 5 dan berbayar.
Ada seorang Tokoh Aktivis Bisnis yang melakukan hal ini hanya dengan menggunakan 1 Tema selama belasan tahun. Temanya adalah “Kembali ke- UUD 45 Asli”, dan Tokoh tersebut konsisten dengan Tema tersebut selama setidaknya 15 tahun.
Di mana letak bisnisnya? Letak Bisnisnya adalah pada Hadirnya Sponsor.
Sponsor ini bisa Sponsor Resmi bisa juga Sponsor Bawah Tangan (Bete), biasanya per orangan.
Dan hal itu terjadi selama belasan tahun. Ini juga kadang dilakukan di Hotel berbintang dan beberapa kali di Hotel Bintang 4.
Sementara kawan kita ini hidupnya biasa-biasa saja.
Tetapi kita bisa bayangkan bagaimana nasib Aktivis Pejuang Kembali ke UUD 45 Asli (18 Agustus 1945) bila tidak ada Diskusi/Seminar Kembali ke UUD 45 Asli yang berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Tokoh Aktivis ini. (😭)
>>> ke Halaman 7
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Menjemput Cahaya di Ujung Lelah: Kisah Keikhlasan yang Menembus Langit
- Hikmah ke-3 Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu Athaillah al-Sakandari
- Salat dari Sisi Hakikat, Syariat, dan Tarekat
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
Views: 16























