Beranda / KOLOM / AKTIVIS

AKTIVIS

5. Aktivis Filantropis

Aktivis Filantropis harus kaya? Ini pendapat kuno.

Saat ini dan mungkin sejak dulu, Aktivis memang selalu Miskin setidaknya Hidup Sederhana.

Satu dua ada Aktivis Kaya, tetapi bukan saja jumlah Aktivisnya sangat Terbatas, Jumlah Kekayaannya pun Terbatas, juga selang lama waktu kayanya pun umumnya Terbatas.

Tergantung berapa lama ia menjabat Jabatan di Pemerintahan ataupun di BUMN atau BUMD.

Bagaimana Aktifis Miskin/Sederhana bisa menjadi Aktivis Filantropis?

5.1. Rizal Ramli.

Ia berasal dari keluarga sederhana di Bogor.

Ia memang pernah bekerja bahkan menjadi Kepala Badan 1 X, Menko 2 X dan Menteri 1 X.

Tetapi RR relatif dianggap bersih selama karier Jabatannya, setidaknya selama menjabat tak pernah terdengar ada kasus korupsi sekecil apa pun yang menimpanya. Begitupun setelah menjabat.

Meski demikian, RR dikenal “Royal” oleh teman-temannya. Ia bisa menggaji bulanan beberapa temannya dengan gaji yang cukup tinggi, yang bila digabungkan bisa mencapai 100 juta rupiah bahkan lebih.

Belum lagi ia membayar bulanan suatu Media Online untuk Kepentingannya.

Kepada teman-teman se-Angkatan 77/78 atau kepada sesama Aktivis lain, ia juga ringan tangan dalam membantu tanpa bercerita kepada orang lain.

Dari manakah Dana yang dikeluarkannya dari bulan ke bulan tersebut?

Tidak ada yang tahu, tetapi beberapa teman dekatnya mengetahui bahwa RR memang Kaya, tetapi tidak Sangat Kaya, apalagi Super Kaya?

Dari mana dia bisa mengeluarkan dana Ratusan Juta setiap bulan (ada sesama Aktivis yang menghitung sampai 200 juta) untuk Lembaga yang didirikannya bersama teman-teman Aktivis lainnya itu? Wallahu a’lam.

Bagaimana pun ia dikenal sebagai Aktivis Komplit, Idealis, Praktisi sekaligus Filantropis.

5.2. Farid R. Faqih.

Dia sudah dikenal sebagai Aktivis Filantropis sejak Mahasiswa.

Ia ringan tangan dalam membantu teman sesama mahasiswa, padahal dia cuma berasal dari Keluarga Kaya di level bawah.

Menunggu Kelulusan S1 setelah Keluar dari Rumah Tahanan Militer Bandung, ia sempat mendirikan Lembaga Pendidikan Nonformal PAKAR (Pendidikan Anak Terlantar). Pengajarnya adalah Sukarelawan dari Mahasiswa IPB. Tempat

Mengajarnya di Lorong-lorong Pasar Bogor di sore/malam hari setelah Pasar Tutup.

Setelah lulus S1, ia sempat bekerja secara profesional di Kodel dan Kem Chick Bob Sadino. Tapi semua tak bertahan lama, Jiwa Aktivisnya memanggil dan ia pun mendirikan PaRaM, Pandu Rakyat Miskin yang bersekretariat di Jln. Rasuna Said, Kuningan.

Pekerjaan Pertamanya adalah membantu World Food Program (WFP) melalui BULOG, menyalurkan Beras Murah untuk Rakyat Miskin dengan harga Rp.1.000,-/Kilogram.

Untuk jasanya, PaRaM mendapatkan Insentif Rp.150,-/Kilogram.

Pada Puncak Profesionalitas Jasa Penyaluran Beras Murah tersebut, PaRaM mampu menyalurkan Beras Murah kepada 200 ribu Kepala Keluarga di wilayah Jakarta, Depok dan Bogor.

Memang Luar Biasa, karena Pekerjaan Tersebutlah hampir setiap hari dilakukan oleh PaRaM dengan bantuan Relawan dari Aktivis Mahasiswa maupun Relawan Lepas lainnya yang diberi Honor dari Hasil Insentif yang diberikan oleh WFP via Bulog.

Pekerjaan ini dilaksanakan dengan sukses, meski diakhiri dengan sengketa saat Bulog memberi Beras Rusak kepada PaRaM dan PaRaM mendemo Bulog dengan cukup Brutal ke alamat Dolog Jakarta yang memberi Beras Rusak tersebut, sebagai Protes.

Karena Penghentian Kerjasama Penyaluran Beras Murah menurut WFP bukan kesalahan PaRaM, maka WFP selalu mengajak PaRaM dalam Penanganan Bantuan Beras ke hampir setiap Bencana Nasional di seluruh Indonesia, termasuk ke Aceh saat terjadinya Tsunami Aceh 26 Desember 2004.

Bahkan di Aceh PaRaM diberi Kendaraan 1 Truk Besar untuk Operasional oleh Presiden SBY dan juga 1 Truk Sedan 2 Kabin berwarna Putih yang saat itu baru pernah digunakan di Indonesia oleh WFP saja.

Kejadian Tragis menimpa Farid saat difitnah Mencuri Bantuan Tsunami untuk Kepentingan Pribadi di tengah masih bergejolaknya Aceh Merdeka di mana Militer adalah Penguasa DOM Tertinggi di Aceh. Wallahu a’lam.

5.3. Seorang Tokoh Aktivis Kemasyarakatan lain juga bisa dianggap sebagai Tokoh Aktivis Filantropis.

Dia masih berkibar dengan Bendera Lembaga yang didirikannya. Lembaga Aktivis yang didirikannya beranggotakan puluhan Aktivis berbagai jenis dan berbagai Angkatan.

Lembaganya sudah berkiprah belasan tahun dengan Kegiatan Diskusi secara Rutin setiap Minggu saat sebelum Covid 19 mengharu biru semua lini Kemasyarakatan.

Tokoh ini juga dikenal sebagai Aktivis Filantropis yang Ringan Tangan membantu sesama Aktivis apalagi terhadap Aktivis Anggota lembaga bersangkutan.

Padahal para Aktivis rekan-rekannya juga mengetahui bahwa Tokoh ini bila dipandang dari sudut Kekayaan, meski Cukup Kaya, tidaklah seberdaya seorang Filantropis yang mampu menghidupi sebuah Lembaga Resmi Aktivis beserta puluhan Anggota dengan puluhan Kegiatan setiap tahun, selama belasan tahun (dipotong masa Covid 19).

Kini Lembaga Kemasyarakatan yang didirikannya itu sudah berumur 25 Tahun dan masih Aktif.

Jangan ditanya Dampak Positif Hadirnya Lembaga Aktivis Kemasyarakatan Resmi di atas.

Suasana Demokrasi beserta Dinamikanya dari Tahun ke Tahun Terpelihara dengan Ajeg Tanpa Henti meski sering berada di bawah Ancaman Hukum yang Dipelintir oleh Penguasa setiap Rezim.

Dari mana Tokoh ini mampu Memelihara sebuah Lembaga Kemasyarakatan Resmi dengan Puluhan Anggota, puluhan pula Diskusi setiap tahun dan beberapa kerja-kerja besar selama Tahun Berjalan serta Super Besar pada Peringatan Ulang Tahun Lembaganya sendiri, tak ada yang Tahu Persis.

Tapi ia, yang juga Aktivis Idealis Praktisi, cukup Pantas Mendapat juga Julukan Aktivis Filantropis. Wallahu a’lam.

Views: 16

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 138
  • 129
  • 241
  • 217
  • 1,553
  • 13,333
  • 77,822
  • 77,822
  • 153,188
  • 25
  • 4,868
  • 270