Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Rilis Tanggapan atas Pidato Presiden yang Viral
- Azis Khafia: Rapat Raksasa IKADA 1945 Ungkap Peran Kaum Betawi
- PB FORMULA Apresiasi dan Doakan Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- 60 Tahun KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa: Transformasi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Komunikasi Politik pada Era Network Society
- Kalimantan Selatan: Gelap di Lumbung Energi
- KEMENANGAN TALIBAN, HTS, DAN HOUTHI
JENIS-JENIS AKTIVIS KEMASYARAKATAN
Bila kita pilah-pilah Aktivis Kemasyarakatan yang ada saat ini, maka akan kita dapatkan pembagian sebagai berikut :
1. Aktivis Idealis (Murni)
2. Aktivis Praktisi (Murni)
3. Campuran Aktivis Idealis dengan Aktivis Praktisi
4. Aktivis Nostalgis
5. Aktivis Filantropis
6. Aktivis Bisnis
7. Aktivis Figuran
8. Aktivis Selebritis
9. Aktivis Buzzer
1. Aktivis Idealis (murni)
Aktivis Idealis Murni adalah Aktivis yang berpegang teguh kepada Idealisme yang ia anut.
Ia tidak akan berpindah dari Pijakannya itu meski Nyawa jadi Taruhannya.
Aktivis tipe ini meski tidak langka, tetapi cukup sulit untuk ditemukan karena di samping membutuhkan Kecerdasan Istimewa, juga Keberanian yang Signifikan.
Tiga orang yang telah membuktikannya dengan Taruhan Nyawa adalah Marsinah, Jiwi Tukul dan Munir Said Thalib.
Seorang lagi Aktivis Idealis Murni yang telah Mendahului Kita adalah Faisal Basri, yang konon kabarnya disebabkan Sakit, meskipun ada juga yang meragukan alasan Kematiannya.
1.1. Marsinah (10 April 1969 – 8 Mei 1993)
Adalah seorang aktivis dan buruh pabrik pada masa Orde Baru, bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993, setelah menghilang selama tiga hari.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Logo, Tema, dan Rangkaian Hari Santri 2026 Diluncurkan, Menag: Momentum Pengingat Peran Ulama dan Santri!
- Australian Halal Authority and Advisor Raih Penghargaan dari BPJPH dalam Indonesia Halal Awards 2026
- Prof. Dailami Firdaus: Evaluasi Menyeluruh Konsep dan Kriteria Abang None Jakarta
- LPPOM dan Balai POM DKI Jakarta Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
- Volume Sampah Jakarta Capai Ribuan Ton per Hari, Josephine Dorong Warga Lebih Disiplin
- Danrem 072/Pamungkas Buka Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI
Mayatnya ditemukan di hutan yang berada di Wilangan dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat.
Begitu fenomenalnya Kasus Marsinah hingga Hari Kematiannya dijadikan Hari Sakti untuk Kaum Buruh.
Sangat bisa dimaklumi, karena Marsinah adalah Tokoh Buruh Porong yang selalu Membela dengan Gigih hampir setiap Kepentingan Kaum Buruh Nasional.
Bahkan setelah Kematiannya ia mendapatkan Penghargaan Yap Tiam Hien SH. Pada 26 November 1997 malam, pentas drama monolog Marsinah Menggugat oleh Ratna Sarumpaet dan Teater Satu Merah Panggung di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur (TBJ), Jln. Gentengkali, Surabaya, dilarang pihak kepolisian.
Bisa dibayangkan betapa berwibawanya Marsinah, setelah Mati pun, namanya masih Ditakuti Pemerintah Orba.
1.2. Widji Thukul (26 Agustus 1963-10 Februari 1998)
Adalah penyair dan aktivis, yang terkenal atas puisi dan syairnya yang ditujukan untuk mengkritik pemerintahan rezim Orde Baru yang berkuasa pada masa pemerintahan Presiden RI kedua, Soeharto.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 16























