Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Gugatan Pemadaman Listrik, Forkot Hadirkan Ahli dan Saksi di PTUN Banjarmasin
- Prihatin Karhutla Berkepanjangan, DPW KalSel & DPD Partai Ummat Banjarbaru Salurkan Voucher BBM dan Logistik untuk Relawan
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
Ketiga, Lebaran berasal dari kata ‘Lebar’ bahasa Jawa. Memiliki maksud yang sama dengan penyampaian para Wali, tetapi dengan kata yang sama dengan bahasa Betawi, asal usul kata lebaran lainnya diyakni berasal dari bahasa Jawa. Ahli Bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta, Zamzani mengatakan, kata Lebaran berasal dari bahasa Jawa, yakni ‘Lebar’ yang artinya selesai. “‘Lebar’ artinya ‘selesai’, ‘usai’, seperti pada lebar udan, lebar mangan, lebar subuh, lebar Senin. ‘Lebaran’ dapat berarti salah satunya melakukan/merayakan sesuatu saat sudah lebar,”.
Keempat, Lebaran bukan berasal dari bahasa Arab. Pengamat bahasa Indonesia Ivan Lanin mengatakan, sejauh ini ia belum menemukan sumber autentik tertulis terkait asal kata Lebaran dan kapan kata itu mulai dipakai.
“Yang jelas, kata itu tidak dikenal dalam bahasa Arab dan bukan berasal dari bahasa itu,” kata Ivan, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (13/5/2021).
Namun, beberapa sumber tersier menuliskan bahwa kata itu kemungkinan berasal dari bahasa daerah.
Ada empat bahasa daerah yang disebut menjadi asal kata Lebaran, yaitu bahasa Jawa “lebar” (selesai), bahasa Sunda “lebar” (melimpah), bahasa Betawi “lebar” (luas), dan bahasa Madura “lober” (tuntas).
“Konon juga, budayawan Umar Khayam menyatakan bahwa tradisi perayaan Lebaran dimulai pada abad ke-15 di Jawa oleh Sunan Bonang, salah seorang anggota Wali Songo,” jelasnya. “Arti yang lain merupakan interpretasi. Saya belum menemukan sumber autentik. Etimologi atau asal kata memang kerap sulit ditelusuri,” tambahnya.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- Kesempatan Masih Terbuka! Ayo Daftarkan Tim di Kejurda AFI 2026
- Tiket Film Pirunduk Cuma Rp25 Ribu di Banjarmasin dan Kuala Kapuas, Ini Cara Mendapatkannya
- AFI DKI Jakarta Perkuat Pembinaan Floorball, Libatkan 200 Atlet Pelajar
- AFI DKI Jakarta Gelar Floorball Creative Competition 2026
- PUISI: “KOPI”
- PUISI: “WORLD TOURISM DAY”
Kelima, Lebaran berasal dari bahasa lokal. Dari berbagai versi asal usul kata Lebaran untuk menyebutkan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha ini, Pusat Bahasa saat ini hanya bisa memastikan, bahwa kata Lebaran merupakan kata dasar yang berdiri dari suku kata, yakni le+ba+ran.
Namun yang jelas, kata “Lebaran” bukan kata serapan dari bahasa asing tapi bahasa lokal dan dipergunakan untuk merayakan hari besar agama Islam. Campuran yang indah antara Islam dan budaya setempat.
Itulah sekelumit asal muasal Lebaran, merupakan tradisi khas Nusantara dalam mengekspresikan ritual beragamanya.
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Forkomnas Ormas Islam Nasional Sampaikan Sikap atas Tiga Isu: Serangan ke Tanah Suci, Pelarangan Jilbab, dan Rencana Konser
- Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Universitas Paramadina Soroti Pentingnya Penguatan Fondasi Komunikasi Publik & Komunikasi Empati
- [CEK FAKTA] TNI Siapkan Strategi Terjun Payung Langsung ke Titik Api, Apakah Benar?
- TABAYYUN DI ERA AI, REALITAS MEDIA TIDAK SAMA DENGAN REALITAS SOSIAL
- Diresmikan 9 Oktober, Masjid Annur Siti Aminah Jadi Pusat Pembinaan Mualaf di Pedalaman Donggala
- “Berikan Kami Napas”: Sekolah Sirkular Serukan Perlindungan Hak Anak atas Udara Bersih
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*aw/ pjmi/ wi/ nf/ 080425
Views: 21






















