Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Gugatan Pemadaman Listrik, Forkot Hadirkan Ahli dan Saksi di PTUN Banjarmasin
- Prihatin Karhutla Berkepanjangan, DPW KalSel & DPD Partai Ummat Banjarbaru Salurkan Voucher BBM dan Logistik untuk Relawan
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
Seporsi mie ayam sebelum mati adalah sebuah novel karya Brian Khrisna yang menyuguhkan cerita perjalanan hidup seorang Ale, pria berusia 37 tahun berbadan besar, berkulit gelap dan memiliki masalah dengan bau badan yang mengalami depresi akibat perlakuan buruk yang Ia dapatkan dari teman, lingkungan bahkan keluarganya sendiri. Ale merasakan kesepian, selalu dibuly, dan tidak punya teman untuk bercerita. Ale memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menelan semua obat anti depresi yang Ia punya, namun ada satu hal yang terlintas dipikirannya sebelum mati adalah dengan makan seporsi mie ayam.
Ditengah perjalanan, Ale menemui hal-hal diluar dugaan yang membuatnya menyadari bahwa terkadang hidup di lingkungan yang tidak dibayangkan sebelumnya justru untuk pertamakalinya Ia merasa dimanusiakan dan diakui keberadaannya.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- PUISI: “KARHUTLA”
- Kesempatan Masih Terbuka! Ayo Daftarkan Tim di Kejurda AFI 2026
- Tiket Film Pirunduk Cuma Rp25 Ribu di Banjarmasin dan Kuala Kapuas, Ini Cara Mendapatkannya
- AFI DKI Jakarta Perkuat Pembinaan Floorball, Libatkan 200 Atlet Pelajar
- AFI DKI Jakarta Gelar Floorball Creative Competition 2026
- PUISI: “KOPI”
Melalui kisah Ale, penulis menceritakan perjuangan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dengan segala kisah yang Ia lalui hingga akhirnya menyadari bahwa kunci untuk bisa bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan dan kemauan dalam diri sendiri untuk menerima. “Untuk bisa sembuh, kamu harus merasakan sakit dulu. Untuk bisa mengenal kedamaian, kamu harus berperang dulu. Untuk bisa mengenal apa itu bahagia, kamu harus pernah sedih dulu. Untuk bisa bangkit melawan, kamu harus jatuh kalah dulu.”
Novel seporsi mie ayam sebelum mati disajikan secara ringan dengan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ditambah dengan menggunakan simbol mie ayam yang adalah salah satu makanan favorit masyarakat disemua kalangan. Cerita dalam novel ini semakin menginspirasi karena penulis juga melakukan riset dan wawancara langsung dengan penderita depresi dan juga berkonsultasi dengan psikolog ahli.
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Azis Khafia : Kiyai Syuqron Makmun, Singa Mimbar Indonesia telah Berpulang Ke Rahmatullah
- Forkomnas Ormas Islam Nasional Sampaikan Sikap atas Tiga Isu: Serangan ke Tanah Suci, Pelarangan Jilbab, dan Rencana Konser
- Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Universitas Paramadina Soroti Pentingnya Penguatan Fondasi Komunikasi Publik & Komunikasi Empati
- [CEK FAKTA] TNI Siapkan Strategi Terjun Payung Langsung ke Titik Api, Apakah Benar?
- TABAYYUN DI ERA AI, REALITAS MEDIA TIDAK SAMA DENGAN REALITAS SOSIAL
- Diresmikan 9 Oktober, Masjid Annur Siti Aminah Jadi Pusat Pembinaan Mualaf di Pedalaman Donggala
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

dari berbagai sumber intenet/ wi/ mrbnj/ 220725
*iwsa/ pjmi/ wi/ nf/ 220725
Views: 1909






















