Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Kepecayaan (Trust) harus Dijaga
Tahun 1978 bisnisnya mulai merambah keluar Sulawesi mendirikan PT Bukaka Teknik Utama di Jawa Barat, Tahun 1990-an mendirikan PT Bumi Sarana Utama agen aspal curah, PT Baruga Asrinusa Development di bidang perumahan, dan PT Kalla Inti Karsa. Di bidang transportasi mendirikan Cahaya Bone, PT Bukaka Lintastama dan PT Kalla Lines. Tahun 1995 kelompok usaha Kalla Group menjadi konglomerasi usaha di kawasan timur Indonesia, meliputi bidang usaha jasa transportasi, telekomunikasi, perikanan, property, perkebunan, perikanan, otomotif, dan lainnya.
Pemikiran Jusuf Kalla mencerminkan pendekatan pragmatis dan berorientasi pada hasil. Pertama, pembangunan Infrastruktur yang merupakan motor penggerak ekonomi, infrastruktur yang baik dapat meningkatkan konektivitas dan efisiensi ekonomi. Kedua, pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu cara mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja. Ketiga, perkembangan ekonomi dan sosial harus berjalan seimbang dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keempat, stabilitas politik dan ekonomi adalah kunci untuk pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan. Kelima, sumber daya alam harus dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat melalui investasi teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas. Keenam, kolaborasi kemitraan Publik-Swasta sebagai cara mengoptimalkan sumber daya dan keahlian dari kedua sektor dalam proyek-proyek pembangunan dan investasi.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Tradisi Serah Terima Dandim 0734/Yogyakarta
- Hari Jadi Ke-75 Humas Polri: Kapolda Gorontalo Berbagi Kehangatan Dengan Insan PERS
- Kemhan RI Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Pastikan Hak dan Kesejahteraan Veteran Terpenuhi
- Kemenhaj Tetapkan Rencana Perjalanan Haji 2027, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April
- Kapolda Gorontalo Dan Ketua Bhayangkari Daerah Hadiri Donor Darah Hari Jadi KE-75 Humas POLRI
- PRIMA DMI Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-75 Presiden Prabowo Subianto
Jusuf Kalla juga dikenal sebagai tokoh yang piawai menyelesaikan konflik di Indonesia. Perannya dalam menyelesaikan konflik tidak saja konflik di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Di dalam negeri Jusuf Kalla berperan penting dalam menyelesaikan konflik di Poso, Ambon, Aceh, hingga Papua. Pada 2009 usai mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, ia menjadi mediator perdamaian di Thailand, Afghanistan, dan Myanmar.
Upaya dan keberhasilannya mendamaikan konflik mengantarkan dirinya dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian oleh organisasi dan lembaga pendidikan, baik dari dalam maupun luar negeri. Gelar Bapak Perdamaian Indonesia dari Universitas Islam Malang (2015), sebagai bapak inspirasi perdamaian dunia bagi pemuda Indonesia dari Indonesia Youth Forum (2019), dan beberapa penghargaan dari Universitas di luar negeri seperti Thailand dan Jepang.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 23
























