Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Kepecayaan (Trust) harus Dijaga
Sepeninggal Raden Haji Muhammad Yusuf bin Syekh Mohammad Alim, kepengurusan Masjid dan status Penghulu Agama diserahkan kepada Putranya yang bernama Raden Haji Manshur atau yang lebih dikenal dengan nama Syekh Manshur/ Penghulu Manshur.
Penghulu Manshur sebagai seorang Tokoh Kasepuhan sekaligus Ulama Kharismatik Cileungsi, semasa hidupnya memiliki Pengaruh yang sengat besar dilingkungan Masyarakat Cileungsi, beliau juga mendirikan sebuah Pondok Pesantren atau Majelis agama untuk masyarakat yang ingin menimba ilmu agama islam lebih mendalam. Banyak santri yang tidak hanya berasal dari wilayah Cileungsi namun juga dari berbagai daerah lain di luar Cileungsi.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Kapolda Gorontalo Beri Penghargaan kepada 26 Personel Berprestasi dalam Penindakan Tambang Ilegal
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Tradisi Serah Terima Dandim 0734/Yogyakarta
- Hari Jadi Ke-75 Humas Polri: Kapolda Gorontalo Berbagi Kehangatan Dengan Insan PERS
- Kemhan RI Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Pastikan Hak dan Kesejahteraan Veteran Terpenuhi
- Kemenhaj Tetapkan Rencana Perjalanan Haji 2027, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April
- Kapolda Gorontalo Dan Ketua Bhayangkari Daerah Hadiri Donor Darah Hari Jadi KE-75 Humas POLRI
Atas ketokohan dan jasa yang luar biasa dari Penguhulu Manshur, masyarakat Cileungsi sudah terbiasa menyebut Masjid itu dengan sebutan Masjid Ama Manshur, maka lambat laun nama Masjid Kaum Cileungsi berganti nama menjadi Masjid Al Manshur seiring perkembangannya.
Setelah Penghulu Manshur wafat, yang menjadi Penerus berikutnya adalah Mama KH. Siradz putra dari Penghulu Manshur. Masyarakat mengenalnya dengen sebutan Ama Siradz, beliau meneruskan kepengurusan Masjid ini dengan menjadi seorang Imam dan Pengajar agama. Sama seperti para pendahulunya beliau memiliki Kharisma yang luar biasa sebagai seorang Tokoh agama, namun hidup dalam kesederhanaan sehingga beliau sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat Cileungsi
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 75






















