Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Kepecayaan (Trust) harus Dijaga
- Hikmah dari Neutrino: Menangkap Energi Ilahi dengan Qalbun Salim
- Masyhuril Khamis Imbau Jemaah Umrah Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan
- Pasca-Polemik Statement Bulan Dana PMI Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: Ramdansyah Dorong 5 Langkah Strategis Pembenahan Tata Kelola Kemanusiaan di Jakarta
Ia kemudian menyoroti perkembangan pendidikan tinggi Gontor yang dinilainya semakin memperluas warisan sistem tersebut. Menurut UBN, penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam lingkungan pendidikan menjadi salah satu karakter yang membedakan pendidikan Gontor.
“Di mana penyampaian dalam bahasa Arab dan Inggris berjalan di sana, dan mahasiswa-mahasiswa juga tetap mewarisi,” ujarnya.
Menurut UBN, kekuatan tersebut juga dirasakan mahasiswa yang tidak seluruhnya berasal dari KMI. Mereka tetap dapat menikmati lingkungan pendidikan yang berada dalam naungan nilai dan ruh yang diwariskan Gontor.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Pelatihan & Lomba Dakwah Digital Digelar Kemenag DKI Jakarta Bersama DPW IMMI DKI Jakarta, Dorong Dakwah Era Digital Menuju Indonesia Emas
- Buku Putih Kadin 2026 Soroti 107 Hambatan Dunia Usaha, Dorong Reformasi Industri
- Dorong Kemandirian, Menko Muhaimin Buka Jalan Santri Keluar dari Kemiskinan
- Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang
- Ketua Bidang Halal MUI Masyhuril Khamis Sesalkan Penundaan Wajib Halal
- Pertamina Gandeng Pemprov dan Polda Sulut, Distribusi BBM Dipercepat
UBN menilai perjalanan Gontor selama hampir satu abad menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang didirikan para tokoh tidak selalu berakhir bersama wafatnya pendiri. Sebaliknya, Gontor mampu terus berkembang karena memiliki sistem dan nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Di dunia ini ada dua jenis lembaga pendidikan yang didirikan oleh tokoh. Yang pertama, ketika tokohnya mati, lembaganya pun mati. Yang satu, ketika tokohnya wafat, tetapi lembaganya terus ada dan berkembang,” kata dia.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 0






















