Namun sangat disayangkan, ketika jepang masuk untuk menjajah Indonesia pada tahun 1945, banyak Sekolah-Sekolah Isteri ini yang dihancurkan oleh pihak Jepang. Banyak pengelola sekolah tersebut yang dibunuh oleh tentara Jepang, dan dijadikan ‘Romusha’ oleh mereka. Tentu saja hal tersebut dilakukan oleh pihak penjajah Jepang, karena mereka tidak ingin pribumi Indonesia menjadi cerdas, sehingga bisa membahayakan posisi kedudukan Jepang di Indonesia.
Dan pada akhirnya Dewi Sartika meninggal pada tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya dalam usia 63 tahun, ketika beliau sedang menghindari kejaran pihak Jepang. Dewi Sartika dimakamkan dengan upacara sederhana di pemakaman Cigagadon- Desa Rahayu kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian, makamnya di pindahkan di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jl. Karang Anyar Bandung. Dewi Sartika dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 1 Desember 1966.
Dari kisah sang Djuragan Dewi di atas, akhirnya kita dapat menarik beberapa kesimpulan, bahwa kemurnian jiwa seorang pendidik yang ada di dalam jiwa seorang Dewi Sartika telah mampu menghasilkan banyak pemikiran-pemikiran yang sangat maju dalam pengelolaan sebuah lembaga pendidikan yang kompeten dan komprehensif.
Kurikulum terintegrasi antara teori ilmu pengetahuan dan praktiknya (ontologi, epistimologi, dan aksiologi) yang diberikan oleh Dewi Sartika di ‘Sekolah Kautamaan Isteri’, ternyata merupakan sebuah pemikiran kurikulum yang ‘melebihi’ jamannya pada waktu itu. Kegiatan belajar yang mengimbangi kemampuan pemikiran murid-muridnya juga sudah dipraktekkan oleh Dewi Sartika, dengan cara membagi tingkatan kelas-kelasnya.
Konsep ‘Link and Match’ (memberikan keterampilan hidup yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari) juga sebenarnya sudah dilakukan oleh Dewi Sartika dalam konsep pendidikannya. Sungguh sebuah pemikiran yang sangat maju di jamannya.
Mungkinkah para pendidik Indonesia saat ini masih memiliki kemurnian jiwa dan keikhlasan dalam mendidik anak bangsa, sehingga dapat menghasilkan semangat dan pemikiran-pemikiran yang cemerlang dalam mendidik, seperti semangat dan pemikiran-pemikiran cemerlangnya Dewi Sartika? Entahlah….
Akhirnya, sebagai seorang putra keturunan Sunda yang berkediaman di ibukota Jakarta, saya akan merasa selalu bangga jika saya melewati Jl. Dewi Sartika, daerah Cawang Jakarta Timur.
Ya, bangga karena saya dan Dewi Sartika berasal dari tatar Sunda yang sama, dan juga mempunyai profesi yang sama, yaitu sama-sama sebagai pendidik anak bangsa.
Semoga Allah Ta’alla membalas semua perjuanganmu dengan kedudukan yang mulia di sisi-Nya…..’Sang Djuragan Dewi’ pendidik bangsa. Aamiin.
Wallahu’allam bisshowab
Jakarta, 20 Agustus 2024
*****
Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UNIDA Bogor/ Direktor of Logos Institute for Education and Sociology Studies (LIESS) / Pemerhati Pendidikan dan Sosial/ Anggota PJMI
WARTA IDAMAN Dr. H. M. Suaidi, M.Ag. Syekh Ahmad Zarruq membagi keinginan atau tekad (yang dalam istilah tasawuf disebut himmah) menjadi tiga tingkatan. Pembagian ini ia jelaskan ketika mengulas (syarah) Kitab Al-Hikam karya Ibnu ...
WARTA IDAMAN Oleh Mochamad Ade Maulidin Bismillahirrahmannirahim Assalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh Ummu Syarik dikenal sebagai salah seorang perempuan yang memeluk Islam dan berusaha mengajak orang lain kepada kebaikan. Ia...
WARTA IDAMAN Oleh Mochamad Ade Maulidin Bismillahirrahmannirahim Assalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling membantu dan memberikan manfaat. Ilmu, pengalaman, kesempatan, dan rezeki y...
WARTA IDAMAN Memulai hijrah sering kali terasa mudah karena didorong oleh semangat yang menggebu-gebu. Namun, mempertahankan konsistensi (istiqamah) dalam kebaikan adalah perjuangan yang sesungguhnya. Rasulullah SAW pernah bersabd...
MUI berada di garis depan WARTA IDAMAN Lampung — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Halal, DR. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., mengharapkan pemerintah konsisten memberlakukan kebijakan Wajib Halal tahap kedua yang akan dim...
WARTA IDAMAN JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Universitas Nasional (UNAS) kembali memperkuat kontribusinya dalam diskursus akademik internasional melalui penyelenggaraan The 3rd International Conference on Global Issues (ICGI) 2026 di A...
“Lebih dari 1,4 juta siswa di Sumatra dan Kalimantan belajar dari rumah akibat asap karhutla, sementara kebakaran dan kabut asap juga melanda Sulawesi dan Papua. Asosiasi Sekolah Sirkular Indonesia (ASSI), jaringan sekolah a...
WARTA IDAMAN JAKARTA, — Pemikiran Ibnu Khaldun tentang siklus bangkit dan runtuhnya negara dinilai masih relevan untuk membaca tantangan pemerintahan Indonesia hari ini. Ketahanan sebuah negara ternyata tidak hanya ditentuk...
Forkot Uji Hak Pelanggan dan Mutu Layanan Listrik PLN di PTUN Banjarmasin WARTA IDAMAN BANJARMASIN — Forum Kota Banjarmasin (Forkot) selaku Penggugat melanjutkan pembuktian dalam perkara gugatan tindakan pemerintahan terhadap Gene...
WARTA IDAMAN Jakarta – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah...