Beranda / SEMESTA / DEWI SARTIKA, SANG PENDIDIK DAN PENGANGKAT DERAJAT PEREMPUAN YANG SESUNGGUHNYA DARI TATAR SUNDA

DEWI SARTIKA, SANG PENDIDIK DAN PENGANGKAT DERAJAT PEREMPUAN YANG SESUNGGUHNYA DARI TATAR SUNDA

Pertama, pada masa Kerajaan Mataram, feodalisme berkembang dengan menempatkan istri sebagai lambang status seorang pria, sehingga perempuan yang awalnya adalah subjek berubah menjadi objek.

Kedua, kedatangan agama Islam yang belum dapat diterima pemahamannya secara utuh, dan kesalahpahaman masyarakat terhadap konsep perempuan dalam Islam, di mana kebiasaan orang Arab yang menganggap perempuan lebih rendah daripada laki-laki yang dianggap sebagai ‘ajaran’ dalam Islam.

Ketiga, ada beberapa tradisi seperti perkawinan yang cenderung merugikan perempuan, seperti kawin paksa, kawin gantung (pernikahan anak-anak), perceraian sepihak, serta faktor perekonomian bangsa Indonesia yang memburuk pada masa penjajahan colonial Belanda, terutama pada abad ke-19.

Dari latarbelakang kehidupan para perempuan yang seperti itu, akhirnya Dewi Sartika terdorong untuk membantu mengeluarkan mereka dari segala macam bentuk ketidakberdayaan tersebut.

BACA JUGA:

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_

Gerak Perjuangan Dewi Sartika

Sejak Dewi Sartika masih bersekolah di HIS, sampai dengan masa usia remajanya, Dewi Sartika selalu menyempatkan diri untuk mengajar para perempuan yang tinggal di sekitar lingkungannya, yaitu sekitar kepatihan Bandung, untuk dapat membaca, menulis, dan berhitung. Ilmu apa yang dia dapatkan dari sekolahnya, kemudian dia beritahukan kembali kepada ‘murid-muridnya’ tersebut.

Kita mungkin dapat membayangkan dan merasakan bagaimana sulitnya seorang Dewi Sartika untuk mengajarkan para perempuan di sekitar lingkungannya tersebut. Betapa banyak kesabaran, keuletan, dan kegigihan seorang Dewi Sartika yang masih ‘hijau’ dalam mentransfer ilmunya kepada mereka yang membutuhkannya. Ditambah lagi dengan penderitaan psikologis yang dialaminya, ketika Dewi Sartika berusia 9 tahun, ayahnya dibuang oleh Belanda ke Ternate sampai saat kematiannya, dikarenakan berkonflik dengan pihak Belanda pada waktu itu. Sungguh sebuah keadaan yang sangat menyakitkan hati bagi seorang anak seusia Dewi Sartika.

Namun kesedihan itu mampu ditahan oleh Dewi Sartika, dikarenakan semangatnya untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain sangatlah besar, hingga dia mampu mengalahkan kesedihan yang dialaminya.

Hingga ketika itu pada saat Dewi Sartika berusia 10 tahun, daerah Cicalengka dan Bandung digemparkan oleh kemampuan baca tulis hitung, dan beberapa pepatah dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan Bandung. Hal tersebut menjadi gempar karena waktu itu belum banyak anak-anak yang memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan pula.

Dukungan dari sang ibu, saudara-saudaranya di sekitar kepatihan, dukungan dari sang kakek yang merupakan Bupati bandung pada waktu itu, bahkan dukungan yang diberikan oleh Den Hamer, seorang Belanda yang menjadi Inspektur Kantor Pengajaran saat itu, merupakan sebuah pecutan semangat dan pecutan motivasi sang Djuragan Dewi untuk berkiprah lebih giat lagi.

Akhirnya, dengan bantuan dari semua orang dekat Dewi Sartika tersebut, pada usianya yang ke-20, tepatnya pada tanggal 16 Januari 1904, sebuah sekolah seperti yang dicita-citakan oleh Dewi Sartika pun terwujud. Sekolahnya tersebut diberi nama ‘Sekolah Isteri’.

Views: 24

Halaman: 1 2 3 4 5 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 2
  • 32
  • 27
  • 271
  • 236
  • 1,328
  • 4,618
  • 81,009
  • 81,009
  • 155,927
  • 42
  • 4,968
  • 272