Beranda / SYIAR HIJRAH / Misteri Berkah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Kaya Raya karena Kurma Busuk

Misteri Berkah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Kaya Raya karena Kurma Busuk

Sa’ad, dengan kemurahan hatinya, menawarkan sebagian kebunnya, namun Abdurrahman menolak halus. Ia hanya meminta ditunjukkan pasar terdekat.

Pasar Qainuqa menjadi saksi bisu dimulainya kembali kiprah dagang Abdurrahman bin Auf dari nol.

Dengan ketekunan luar biasa, ia berhasil meraup keuntungan halal. Kedermawanannya pun tak pernah surut. Saat Perang Tabuk, ia menyumbangkan 4.000 dinar, yang setara dengan 1,7 kilogram emas!

Rasulullah SAW pun mendoakannya, “Semoga Allah memberkati apa yang telah engkau tinggalkan dan apa yang engkau sumbangkan.” Dan benar saja, semakin banyak hartanya yang dinafkahkan, semakin berlimpah pula keuntungan yang diperolehnya.

BACA JUGA:

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_

Puncak kisah ini terjadi setelah Perang Tabuk. Diceritakan dalam buku Merangkai Hikmah di Balik Kisah karya Ummu Fayyadh, banyak kurma di Madinah yang membusuk karena ditinggal para sahabat berperang. Melihat kondisi ini, Abdurrahman bin Auf mengambil keputusan berani: ia membeli semua kurma busuk milik para sahabat dengan harga tinggi, menghabiskan seluruh hartanya!

Para sahabat tentu sangat gembira, kurma busuk mereka laku terjual habis. Abdurrahman bin Auf pun ikut senang, karena ia merasa telah ‘jatuh miskin’, yang menurutnya akan memudahkannya masuk surga tanpa hisab yang berat.

Namun, kuasa Allah memang tak terbatas. Tak lama setelah kurma-kurma busuk itu menjadi miliknya, datanglah utusan dari Negeri Yaman. Mereka membawa kabar buruk tentang wabah penyakit menular yang melanda Yaman.

Ajaibnya, menurut tabib Yaman, kurma busuk adalah obat penawar penyakit tersebut. Utusan itu berniat memborong semua kurma busuk dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Ketika Abdurrahman bin Auf pulang dari Syam, Rasulullah SAW berdoa agar ia dimasukkan ke surga. Doa ini kemudian dikuatkan dengan turunnya Malaikat Jibril yang membawa pesan istimewa.

Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Kirimkanlah salam-Ku kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan kabar gembira bahwa ia masuk surga’,” tutur Jibril.

Kisah Abdurrahman bin Auf ini bukan hanya tentang kekayaan materi, melainkan juga tentang kekayaan hati. Ia menunjukkan bahwa berdagang bukan hanya soal mencari untung, tetapi juga bagaimana memanfaatkan rezeki untuk kemaslahatan umat dan mencari keridaan Ilahi.

Balasan dari Allah datang dalam bentuk yang tak terduga. Membuktikan bahwa setiap sedekah adalah investasi terbaik di sisi-Nya.

والله اعلم

 *****

*anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 280625

Views: 24

Halaman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 2
  • 48
  • 46
  • 181
  • 160
  • 1,315
  • 4,377
  • 80,361
  • 80,361
  • 155,368
  • 27
  • 4,953
  • 270