“Tetapi itu semua tidak berarti kamu bisa menolak perintah Raja Danang. Sabda Raja telah jatuh. Sebagai Jenderal Panglima Perang Raja Danang, kamu harus taat dan patuh. Dedikasi dan integritas harus kamu tunjukkan sebagai akhlak seorang prajurit sesuai dengan sunah Rasul yang harus kita teladani dalam menjalani kehidupan ini. Itu risiko yang kamu hadapi sebagai jenderal, Salahudin!” Panjang lebar Pendekar Langit Abu Arang memberi penjelasan dengan suara keras.
Pendekar Langit Abu Arang merasa malu kepada Raja Danang karena pernah merasa ingin menjadi ahli jihad, sehingga dahulu selalu ingin membela kebenaran, bahkan sering berlawanan dengan Raja Danang Sayidin Panotogomo. Mereka terjebak dalam pertempuran segitiga yang mengakibatkan terluka parah, bahkan sampai mengancam jiwa. Berkat jasa Wahyudi yang menyadarkan kekeliruan mereka, akhirnya mereka selamat dari kematian.
Pendekar Langit Abu Arang tidak ingin Salahudin yang telah menerima ajian seribu bulan dan telapak tangan langit dari dirinya mengulang kembali perseteruan dengan Raja Danang Sayidin Panotogomo karena berani menolak sabda raja.
- Bulan Dana PMI: Antara Kesukarelaan dan Kewajiban
- Sekjen Al Jam’iyatul Washliyah Prof.DR.H.Saifuddin Herlambang S.Ag.,MA,: Alwashliyah Organisasi Perekat
- 100 Hari Pertama KH Abdul Hakim Mahfudz Sebagai Ketua Umum PBNU: Strategi Pembenahan Internal Organisasi dalam Perspektif Komunikasi Politik
- Emang Betawi bisa Maju?
- TIDAK SEMUA YANG DIAM ITU TIDAK TAHU
- Pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah dan Rais Aam PNBU Melalui AHWA dari Perspektif Komunikasi Politik
Nasihat Wahyudi, putra sulung Ki Ageng Batman yang berguru kepada Ustaz Bondan Kaja, ayahanda Raja Danang Sayidin Panotogomo, telah membuat Pendekar Langit Abu Arang bersama Pangeran Hafiz Bagus Tinukur, serta Raja Danang sadar telah salah menempuh jalan. Ketiganya bermimpi ingin menjadi 3 Pendekar Langit, tetapi yang terjadi malah bertempur untuk tujuan dunia, bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Tentu saja Pendekar Langit Abu Arang tidak ingin Salahudin terjebak dalam situasi dan kondisi yang sama karena telah menjadi orang sakti berkat ajian seribu bulan dan telapak tangan langit, lalu berani melawan sabda raja. Meskipun Pendekar Langit Abu Arang tahu betul tidak dapat memaksa Salahudin, karena setiap keputusan atau pilihan yang diambil seseorang sangat bergantung pada kesadaran orang itu sendiri.
Apakah Salahudin masih merasa harus menjalankan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk Rasulullah, yaitu tetap mengedepankan akhlak seorang jenderal yang menjunjung tinggi dedikasi dan integritas kepada sabda raja atau justru memilih untuk menolak sabda raja, karena lebih mengutamakan permintaan ibunya.
BACA JUGA:
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_
Nasihat Pendekar Langit Abu Arang kepada Salahudin tersebut membuat situasi dalam Istana Kerajaan Madiun menjadi semakin hening. Tidak seorang pun ingin bersuara, karena khawatir akan menambah suasana menjadi runyam. Baginda Raja Armanda menatap tajam Raja Danang Sayidin Panotogomo. Sebagai Raja Sepuh, Baginda Raja Armanda tidak ingin memberikan informasi tanpa diminta oleh Raja Danang Sayidin Panotogomo, sekalipun mengetahui bahwa setiap keputusan yang diambil oleh seorang raja akan selalu berdampak luas kepada seluruh masyarakat di pelosok negeri.
Sabda raja, jika betul dalam mengambil keputusan maka akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Namun, jika salah dalam mengambil keputusan justru bisa jadi akan berdampak buruk. Melihat Salahudin mungkin terpojok oleh kata-kata Pendekar Langit Abu Arang yang telah menurunkan ajian telapak tangan langit dan seribu bulan, Pangeran Hafiz Bagus Tinukur pun merasa perlu bicara. Sebagai salah satu dari 3 Pendekar Langit sebelum terjadi malapetaka yang menimpa mereka, Pangeran Hafiz Bagus Tinukur mencoba memberikan gambaran tentang tokoh pemuda langit. Tiba-tiba Pangeran Hafiz Bagus Tinukur teringat pada salah satu tokoh dalam sejarah Nabi Muhammad tentang seorang yang disebut sebagai pemuda langit.
“Paman Abu Arang,” kata Pangeran Hafiz perlahan.
Pendekar Abu Arang adalah putra Raja Slamet dengan Miss Tami Zen, sementara ayahandanya Bupati Kediri Bejo Cinekel merupakan putra Raja Slamet dengan Mbak Ay Ming. Dengan demikian, Pendekar Langit masih terhitung paman dari Pangeran Hafiz Bagus Tinukur.
Enam Serial Novel Fantasi Religi karya MJK,. Bisa anda dapatkan dengan Harga terbaik Rp.100 ribu per eksemplar sudah termasuk Ongkir untuk di Pulau Jawa. Untuk di luar Pulau Jawa ada tambahan Ongkir.
Silahkan hubungi kontak WA MJK untuk informasi & order
- Blue Moon
- Suksesi Tak Berdarah
- Sayidin Panotogomo
- Tiga Pendekar Langit
- Salahudin Jalal Tanjung
- Adam Musthofa.
“ORDER BUKU” silahkan kontak wa saya MJK: 081266804830
“Walaupun saat ini Salahudin sudah menjadi pendekar langit, tetapi belumlah menjadi pemuda langit,” tambah Pangeran Hafiz Bagus Tinukur.
“Pemuda Langit? Pangeran Hafiz Bagus Tinukur, jangan mengada-ada, Ananda!” seru Pendekar Langit Abu Arang.
*****

“ORDER BUKU” silahkan kontak wa saya MJK: 081266804830
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com
*mjkr/ wi/ nf/ 050926
Views: 1























