Beranda / LIFESTYLE / SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_

“Hamba tidak tahu perkembangan terakhir dari rencana serangan Raja Danang, Sayidin Panotogomo itu, Baginda,” jawab Sarpras dan SuperA.

“Kalau begitu, kalian istirahat saja di sini. Biar aku yang akan melihat situasi dan kondisi Kediri,” kata Baginda Raja Armanda.

“Pembayun, layani kedua tamu pamanmu ini dengan baik. Sampaikan kepada Bunda Fitri, kalau Pamanmu akan pergi ke Kediri,” pesan Baginda Raja Armanda kepada Putri Pembayun.

Namun, sebelum Baginda Raja Armanda berangkat ke Kediri, tiba-tiba Bunda Fitri berkata dari dalam. “Baginda, Bunda Fitri ikut.”

Mendengar permintaan Bunda Fitri tersebut, Baginda Raja Armanda lalu tersenyum.

“Pembayun baru datang. Ada tamu kita pula di sini. Rasanya kali ini, bagus Bunda Fitri tidak perlu ikut,” balas Baginda Raja Armanda.

BACA JUGA:

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_

“Siapa yang kau bawa itu GaZa?” tanya Putri Ming Nyamat, setelah melihat GaZa menurunkan orang yang digendongnya di pertapaannya. Putri Ming yang masih duduk bertapa tanpa selembar benang pun itu heran GaZa membawa seseorang yang tergeletak di pertapaannya.

“Niki mati, Bunda,” kata Panglima GaZa.

“Niki mati! Niki perempuan sundal itu mati. Mengapa kau bawa dia ke sini, GaZa? Bawa dia jauh-jauh dariku. Aku tidak ingin melihatnya!” seru Putri Ming Nyamat.

Mendengar ibunya marah, dia membawa jenazah Niki, maka Panglima GaZa segera keluar dari pertapaan melalu pintu belakang, lalu membawa jenazah Niki jauh dari pertapaan ibunya untuk menguburkan Niki. Adi Seruling Sakti yang belum sempat mengetahui kejadian yang menimpa Panglima GaZa, masih ragu mau ke pertapaan karena belum tahu akan sikap Putri Ming Nyamat terhadap dirinya. Namun, hal itu tidak terlalu lama, karena justru Putri Ming Nyamat yang meminta Adi Seruling Sakti untuk masuk ke pertapaannya.

Views: 32

Halaman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 13
  • 13
  • 248
  • 223
  • 1,363
  • 4,709
  • 81,238
  • 81,238
  • 156,136
  • 32
  • 4,977
  • 271