Beranda / LIFESTYLE / SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_

“Adi, mengapa kamu hanya berdiri di luar. Tidakkah kau rindu kepadaku?”

Mendengar Putri Ming Nyamat memintanya dia masuk ke pertapaan, Adi Seruling Sakti pun tanpa berpikir panjang lagi langsung masuk ke pertapaan. Sampai di dalam, Adi Seruling sakti langsung gemetar melihat kilau pualam Putri Ming Nyamat yang sedang bertapa tanpa sehelai benang pun.

“Putri Ming, aku haus.” Spontan Adi Seruling Sakti merapat ke tubuh Putri Ming bagaikan terkena magnit. Namun, sebelum Adi sempat melakukan sesuatu, Putri Ming menepuk bahu Adi Seruling Sakti sehingga Adi pun terduduk di depannya.

BACA JUGA:

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_

SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_

“Sudahkah kau berhasil menduduki takhta Kerajaan Matraman Raya?” tanya Putri Ming.

Adi hanya mengangguk. Adi sudah tidak sanggup lagi bicara, pikirannya sudah dipenuhi oleh kenikmatan bermesraan dengan Putri Ming.
“Adi, aku milikmu,” bisik Putri Ming.

Akan tetapi, belum sempat Adi Seruling Sakti melepaskan hasratnya kepada Putri Ming Nyamat, tiba-tiba terdengar suara Ki Ning berteriak di luar pertapaan memanggl-manggil namanya.

“Paduka, Raja Adi, di manakah, Paduka?”

“Adi siapa yang memanggil-manggil namamu?” tanya Putri Ming.

“Ki Ning, ayah mertuaku, Putri,” bisik Adi Seruling Sakti, yang sudah tidak sabar lagi ingin mereguk kenikmatan bersama Putri Ming Nyamat.

“Adi, pergilah ke Kediri, lakukan pembalasan dendamku kepada Raja Slamet. Setelah itu kembalilah ke sini sepuasmu,” bisik Putri Ming sambil tangan kanannya menunjuk ke pintu belakang pertapaannya, seolah mempersilakan Adi Seruling Sakti keluar.

“Putri Ming,” panggil Adi.

“Pergilah dulu ke Kediri,” kata Putri Ming sambil tetap mengarahkan tangan kanannya ke arah pintu belakang, dan berpesan, ”akan kuselesaikan urusan ayah mertuamu, Ki Ning.”

Mendengar hal itu, Adi Seruling Sakti pun tidak dapat lagi menolak perintah Putri Ming. Setelah Raja Adi Seruling Sakti pergi melalui pintu belakang, maka Putri Ming lalu memanggil Ki Ning.

Ki Ning terkejut mendapati seorang putri yang duduk bertapa tanpa selembar benang pun di dalam pertapaan itu. Ki Ning bahkan tidak melihat Raja Adi Seruling Sakti di tempat itu. Namun, belum sempat Ki Ning berbuat sesuatu, putri yang sangat cantik itu berkata, “Ki Ning. Namamu Ki Ning, bukan? Berangkatlah ke Kediri, temani Raja Adi Seruling Sakti. Jika kalian berhasil melakukan tugas yang kuberikan, maka kau boleh merasakan kenikmatan bersamaku. Cepat pergi susul Adi ke Kediri!” seru Putri Ming.

*****

oleh: MJK, jurnalis PJMI.

“ORDER BUKU” silahkan kontak wa saya MJK: 081266804830

*mjkr/ wi/ nf/ 020926

Views: 32

Halaman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 13
  • 13
  • 248
  • 223
  • 1,363
  • 4,709
  • 81,238
  • 81,238
  • 156,136
  • 32
  • 4,977
  • 271