Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Hikmah dari Neutrino: Menangkap Energi Ilahi dengan Qalbun Salim
- Masyhuril Khamis Imbau Jemaah Umrah Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan
- Pasca-Polemik Statement Bulan Dana PMI Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: Ramdansyah Dorong 5 Langkah Strategis Pembenahan Tata Kelola Kemanusiaan di Jakarta
- Bantah Isu Tebang Pilih, Polisi Watch Minta Insan Pers Tetap Objektif
- Ketika “Upload” Medsos Mengalahkan Substansi, dan Jurnalis Dianggap Musuh
Agar mudah dicerna pikiran bahwa “cinta obyektif” atau “cinta empiris”, yaitu seperti cinta kepada kekasih, orang tua, keluarga, harta, jabatan, profesi, gunung, sungai, hutan dan lain-lain hanya merupakan manifestasi dan derivate dari ” SATU CINTA”, yang bernama “cinta metafisik”, maka saya mencoba untuk menjelaskan dengan menggunakan analogi berikut ini.
Para fisikawan mutakhir mengungkapkan bahwa *”hakikat ruang”* itu hanya ada *SATU*, yaitu *”ruang metafisik”* atau *” ruang semesta”*, atau *ruang kosmis*, atau *” ruang spiritual”*.
Konsep *empirisnya ruang*, seperti ruang rumah, masjid, kantor, dst menunjukkan bahwa nampak seakan-akan ruang itu banyak, sebanyak ruang rumah atau bangunan yang ada di dunia ini. Dan juga, nampak *seolah-olah antara ruang bangunan yang satu dengan ruang bangunan yang lain itu berdiri sendiri-sendiri*, tidak ada hubungannya satu sama lain.
Padahal *”ruang dalam arti empiris”* yang nampak secara fisik-lahiriyah, yang mempunyai bentuk unik dan relatif tersebut, semuanya itu ada dan terwujud karena eksistensi *”satu ruang metafisik”*. Atau ruang-ruang empiris tersebut, hanyalah manifestasi dan derivate (turunan) dari *”satu ruang metafisik “* yang bersifat universal, ‘mutlak’, ‘kekal’, dan spiritual.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Pertamina Gandeng Pemprov dan Polda Sulut, Distribusi BBM Dipercepat
- Kapolres Bantul Gelar Jumat Keliling di Pandak, Siapkan Petugas Penyeberangan Pelajar
- Subuh Penuh Makna, Kapolda Gorontalo Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat
- Masyhuril Khamis Harap Wajib Halal Tahap Kedua Konsisten Dilaksanakan
- Raih Top GPR Figure Award 2026, Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag
- Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Apresiasi Langkah Kapolri yang Dekat dengan Rakyat, Ulama, dan Pesantren
Kalau Anda tidak percaya, silahkan sekarang Anda keluar dari dalam rumah Anda! Lalu, coba robohkan rumah Anda! Dalam waktu singkat, maka *”ruang dalam rumah”* Anda akan hilang dan musnah berbarengan dengan hancurnya rumah Anda. Tetapi, ruang metafisik itu tetap bereksistensi, tidak rusak sedikitpun, tidak kurang dan tidak lebih. Ia ada sejak awal diciptakannya alam semesta hingga kiamat tiba. Ia ‘abadi’ atau ‘langgeng’ dalam konteks *relatifnya milyaran ruang empiris yang ada di bumi*.
Artinya, bahwa ruang empiris seperti “ruang dalam rumah” dan seterusnya itu, hakikatnya merupakan “ruang metafisik” belaka.
Kemudian, para fisikawan mutakhir juga mengungkapkan bahwa *hakikat waktu”* itu hanya ada *SATU*, yaitu *”waktu metafisik”*, atau *”waktu semesta”* atau *waktu matahari*, atau *Waktu Kosmis*, atau *”waktu spiritual”*.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 42























