Beranda / SYIAR HIJRAH / HAKIKAT CINTA ADALAH MENCINTAI TUHAN

HAKIKAT CINTA ADALAH MENCINTAI TUHAN

Agar mudah dicerna pikiran bahwa “cinta obyektif” atau “cinta empiris”, yaitu seperti cinta kepada kekasih, orang tua, keluarga, harta, jabatan, profesi, gunung, sungai, hutan dan lain-lain hanya merupakan manifestasi dan derivate dari ” SATU CINTA”, yang bernama “cinta metafisik”, maka saya mencoba untuk menjelaskan dengan menggunakan analogi berikut ini.

Para fisikawan mutakhir mengungkapkan bahwa *”hakikat ruang”* itu hanya ada *SATU*, yaitu *”ruang metafisik”* atau *” ruang semesta”*, atau *ruang kosmis*, atau *” ruang spiritual”*.

Konsep *empirisnya ruang*, seperti ruang rumah, masjid, kantor, dst menunjukkan bahwa nampak seakan-akan ruang itu banyak, sebanyak ruang rumah atau bangunan yang ada di dunia ini. Dan juga, nampak *seolah-olah antara ruang bangunan yang satu dengan ruang bangunan yang lain itu berdiri sendiri-sendiri*, tidak ada hubungannya satu sama lain.

Padahal *”ruang dalam arti empiris”* yang nampak secara fisik-lahiriyah, yang mempunyai bentuk unik dan relatif tersebut, semuanya itu ada dan terwujud karena eksistensi *”satu ruang metafisik”*. Atau ruang-ruang empiris tersebut, hanyalah manifestasi dan derivate (turunan) dari *”satu ruang metafisik “* yang bersifat universal, ‘mutlak’, ‘kekal’, dan spiritual.

Kalau Anda tidak percaya, silahkan sekarang Anda keluar dari dalam rumah Anda! Lalu, coba robohkan rumah Anda! Dalam waktu singkat, maka *”ruang dalam rumah”* Anda akan hilang dan musnah berbarengan dengan hancurnya rumah Anda. Tetapi, ruang metafisik itu tetap bereksistensi, tidak rusak sedikitpun, tidak kurang dan tidak lebih. Ia ada sejak awal diciptakannya alam semesta hingga kiamat tiba. Ia ‘abadi’ atau ‘langgeng’ dalam konteks *relatifnya milyaran ruang empiris yang ada di bumi*.

Artinya, bahwa ruang empiris seperti “ruang dalam rumah” dan seterusnya itu, hakikatnya merupakan “ruang metafisik” belaka.

Kemudian, para fisikawan mutakhir juga mengungkapkan bahwa *hakikat waktu”* itu hanya ada *SATU*, yaitu *”waktu metafisik”*, atau *”waktu semesta”* atau *waktu matahari*, atau *Waktu Kosmis*, atau *”waktu spiritual”*.

Views: 42

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 277
  • 236
  • 248
  • 223
  • 1,627
  • 4,973
  • 81,502
  • 81,502
  • 156,359
  • 43
  • 4,980
  • 271